Pengamat Ingatkan Seleksi Pimpinan Merger Downstream Pertamina
- 04 Feb 2026 00:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pertamina (Persero) mengumumkan rencana merger tiga anak usaha strategis di sektor hilir energi. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar-besaran untuk memperkuat daya saing dan efisiensi perusahaan pelat merah tersebut.
Tiga anak usaha yang akan digabungkan yakni PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS). Ketiganya akan dilebur dalam satu subholding baru bernama Subholding Downstream (Hilir).
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menyampaikan bahwa proses merger masih terus berjalan. Namun demikian, seluruh syarat pendahuluan atau condition precedent telah dipenuhi.
Agung menegaskan, kesiapan tersebut menjadi fondasi penting bagi kelancaran integrasi bisnis hilir Pertamina. Pengumuman resmi terkait struktur dan kepemimpinan subholding baru akan disampaikan pada waktunya.
Di sisi lain, rencana merger ini mendapat sorotan dari kalangan pengamat energi. Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, meminta proses pemilihan pimpinan dilakukan secara cermat dan transparan.
“Danantara harus hati-hati dalam menetapkan pucuk pimpinan sebagai Dirut Merger Downstream, lantaran kapitalisasi tiga subholding cukup besar,” ujar Yusri, Selasa, 3 Februari 2026.
Menurut Yusri, besarnya nilai aset dan peran strategis Subholding Downstream menuntut figur pemimpin yang berintegritas tinggi. Ia menekankan pentingnya uji rekam jejak calon pimpinan secara menyeluruh.
Ia mengingatkan agar tidak ada calon pimpinan yang memiliki keterkaitan dengan kasus korupsi tata kelola minyak Pertamina. Kasus tersebut sebelumnya disebut merugikan keuangan negara hingga Rp397 triliun.
Sebagai informasi, sebelum merger Pertamina memiliki enam subholding. Keenamnya meliputi Subholding Upstream, Refining & Petrochemical, Commercial and Trading, Gas, Integrated Marine Logistics, serta Power & New Renewable Energy (PNRE).
Setelah penyatuan tiga subholding hilir, struktur organisasi Pertamina akan disederhanakan. Ke depan, Pertamina hanya memiliki empat subholding utama.
Empat subholding tersebut terdiri atas Subholding Upstream (hulu), Subholding Downstream (hilir), Gas, dan PNRE. Penyederhanaan ini diharapkan memperkuat fokus bisnis dan efektivitas pengelolaan perusahaan.
Dalam proses integrasi tersebut, Pertamina mendapat pengawalan dari Danantara Indonesia. Pengawalan ini mencakup sektor commercial and trading, pengolahan kilang dan refinery, serta logistik energi.
Agung menjelaskan, kebijakan streamlining atau penyederhanaan struktur bisnis merupakan arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Arahan tersebut bertujuan mendukung swasembada energi nasional dan mengurangi kompleksitas operasional.
Program ini diarahkan agar Pertamina lebih fokus pada bisnis inti. Fokus tersebut meliputi minyak dan gas, pengolahan dan distribusi energi, serta pengembangan energi baru dan terbarukan.
Seiring proses merger, nama Mars Ega Legowo Putra disebut-sebut akan menakhodai Subholding Downstream sebagai Direktur Utama. Sosok ini dikenal memiliki rekam jejak kuat dalam penguatan bisnis hilir Pertamina.
Komposisi kepemimpinan tersebut dipandang sebagai sinyal percepatan integrasi rantai nilai downstream. Integrasi mencakup pengolahan, distribusi, hingga logistik energi nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....