Beni Pramula Apresiasi Keketuaan Indonesia di Organisasi Negara D8
- 03 Feb 2026 06:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia secara resmi memulai masa jabatannya sebagai Ketua organisasi negara-negara berkembang Developing-8 (D-8) untuk periode 2026-2027. Langkah strategis ini mendapat apresiasi luas dari berbagai tokoh diplomasi nasional.
Salah satunya dari Ketua Hubungan Luar Negeri Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM), Beni Pramula. Beni Pramula, yang juga merupakan Presiden Pemuda Asia-Afrika periode 2015-2021.
Ia menilai bahwa keketuaan ini adalah momentum krusial bagi Indonesia untuk menegaskan kembali pengaruhnya di panggung global. Khususnya di tengah situasi dunia yang sedang mengalami pergeseran geopolitik yang kompleks.
“Kepemimpinan Indonesia di D-8 adalah momentum kebangkitan solidaritas Selatan-Selatan. Di tengah meningkatnya proteksionisme dan ketidakpastian global," kata Beni dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
"Indonesia harus hadir sebagai nakhoda yang membawa navigasi baru bagi kemandirian ekonomi negara berkembang. Ini adalah reaktualisasi nyata dari ruh Dasasila Bandung yang selalu kita perjuangkan."
Sinergi Asta Cita dan Kemandirian Ekonomi
Beni menekankan tema keketuaan "Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity, and Cooperation for Shared Prosperity" sangat relevan. Tentunya dengan arah kebijakan nasional saat ini.
Ia mendorong agar posisi Indonesia di D-8 digunakan untuk mengakselerasi program strategis pemerintah. Baginya keketuaan ini bukan sekadar seremoni diplomasi.
"Ini adalah amanah untuk memastikan hilirisasi industri dan ketahanan pangan yang tertuang dalam Asta Cita dapat terintegrasi dengan pasar D-8. Kita harus mendorong hasil nyata bagi pelaku industri lokal untuk menembus pasar yang berpenduduk lebih dari 1 miliar jiwa ini,” kata dia.
Selain isu ekonomi, Beni juga memberikan sorotan khusus pada rencana pemerintah menyelenggarakan sesi khusus mengenai Palestina dalam rangkaian KTT ke-12 D-8. Menurutnya, hal ini mempertegas posisi Indonesia sebagai negara dengan kepemimpinan moral yang kuat.
“Kemakmuran bersama tidak akan pernah sempurna tanpa adanya keadilan bagi bangsa Palestina. Dukungan D-8 terhadap Gaza dan Palestina adalah bukti blok ekonomi ini memiliki kompas moral yang jelas di bawah kepemimpinan Indonesia,” ujar tokoh muda yang aktif di berbagai organisasi internasional ini.
Menutup pernyataannya, Beni mengajak sektor swasta dan generasi muda untuk tidak menjadi penonton. Ia melihat potensi besar dalam kolaborasi dengan negara anggota seperti Nigeria, Mesir, hingga Azerbaijan sebagai mitra strategis rantai pasok global baru.
“Momentum ini adalah peluang emas untuk penetrasi pasar global yang lebih adil dan inklusif. Kita harus memastikan Indonesia tidak hanya memimpin secara administratif, tapi juga memimpin secara substansi ekonomi,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....