Mendagri: Inflasi Oktober 2025 Masih Terkendali

  • 05 Nov 2025 18:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan inflasi Oktober 2025 mencapai 2,86 persen secara tahunan. Ia menegaskan angka itu masih aman karena masuk kisaran target pemerintah, 2,5 persen plus minus 1 persen.

Menurut Tito, target inflasi menjaga keseimbangan agar produsen dan konsumen tetap diuntungkan. Ia menjelaskan harga komoditas tidak terlalu tinggi maupun terlalu rendah sehingga ekonomi tetap stabil.

"Artinya range yang ingin kita target, itulah 1,5 persen sampai 3,5 persen. (Inflasi) 2,86 persen masih pada posisi aman," kata Mendagri di Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Tito menambahkan perhiasan menjadi penyumbang tertinggi inflasi tahunan, disusul cabai merah, beras, tarif air minum, dan ikan segar. Ia menyebut penyumbang inflasi bulanan meliputi perhiasan, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan wortel.

"Saat ini memang terjadi kenaikan harga emas tingkat internasional, dunia. Jadi, sesuatu yang tidak bisa kita kendalikan sendiri karena ini menyangkut tren global," ujarnya.

Tito memaparkan tiga komponen pembentuk inflasi, yaitu administered prices, volatile items, dan core inflation. Ia menjelaskan administered prices meliputi BBM, transportasi, dan air minum yang diatur pemerintah.

Volatile items meliputi bahan makanan, minuman, dan tembakau, sedangkan core inflation berada di luar kedua kategori tersebut. "Emas ini masuk core inflation," ujarnya.

"Di satu sisi menunjukkan ada daya beli masyarakat, mereka bisa membeli emas. Tetapi, di sisi lain, kalau terlalu bergejolak terus naik, itu akan mengakibatkan inflasi nalainya," ucapnya.

Tito menegaskan pemerintah terus menjaga stabilitas harga komoditas agar tetap terkendali. Ia menilai kebijakan subsidi, termasuk subsidi listrik, penting untuk menjaga daya beli masyarakat.

Mendagri mengimbau semua pihak mewaspadai kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru. Ia meminta pemerintah daerah tidak menaikkan tarif layanan publik seperti air minum karena dapat mendorong inflasi.

Tito menegaskan pemerintah akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan menjaga harga tiket transportasi tetap stabil. "Kita akan komunikasi dengan Menteri Perhubungan dan airlines untuk tidak menaikkan sampai ke harga tertinggi," katanya.

Tito menekankan pentingnya penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan operasi pasar murah menjelang Nataru. Tito juga meminta pemda mendukung program strategis nasional, termasuk pembangunan tiga juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

"Daerah-daerah enggak bisa bekerja sendiri dengan APBD. Ini memanfaatkan betul, tangkap betul program dari Kementerian PKP (Perumahan dan Kawasan Permukiman)," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....