Tips Aman Hadapi Bencana Letusan Gunung Api
- 03 Nov 2025 11:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Aktivitas Gunung Merapi kembali meningkat dengan tujuh kali awan panas guguran, Minggu (2/11/2025). Situasi ini menjadi pengingat penting agar masyarakat selalu siap menghadapi potensi letusan di masa mendatang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yogyakarta membagikan sejumlah tips penting menghadapi ancaman letusan gunung api. Langkah ini bertujuan membantu masyarakat bersiap sebelum, saat, dan setelah letusan terjadi.
Bahaya letusan gunung api terbagi menjadi dua jenis, yakni bahaya primer dan bahaya sekunder. Keduanya dapat menimbulkan dampak besar, tergantung pada skala erupsi dan kondisi wilayah di sekitarnya.
Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami langkah-langkah keselamatan agar tetap aman saat bencana terjadi. Berikut tips aman menghadapi letusan gunung api dari BPBD Yogyakarta:
Tips Pra-Bencana
1. Pantau terus informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tentang aktivitas gunung api.
2. Siapkan masker dan kacamata pelindung sebagai antisipasi terhadap debu vulkanik yang dapat menyebar.
3. Kenali jalur evakuasi serta lokasi shelter yang sudah ditetapkan oleh pihak berwenang.
4. Buat rencana evakuasi alternatif apabila dampak letusan melebar ke luar prediksi.
5. Siapkan logistik darurat seperti makanan siap saji, air minum, senter dengan baterai cadangan, uang tunai secukupnya, dan obat-obatan khusus yang dibutuhkan.
Tips Saat Bencana
1. Pastikan Anda dan keluarga berada di tempat aman atau dalam jalur evakuasi yang sudah ditentukan.
2. Kenakan masker dan kacamata pelindung secara benar untuk melindungi diri dari abu dan partikel vulkanik.
3. Selalu ikuti instruksi dari pihak berwenang selama Anda berada di lokasi aman atau shelter.
Tips Pasca Bencana
1. Bila harus tinggal di shelter untuk waktu yang lama, pastikan kebutuhan dasar terpenuhi dan anak-anak serta remaja mendapat pendampingan.
2. Hingga dinyatakan aman, tetap gunakan masker dan kacamata saat berada di wilayah yang terkena abu vulkanik.
3. Terus pantau informasi terkini dari pihak berwenang melalui radio, pengumuman atau media resmi.
4. Waspadai bahaya sekunder seperti lahar dingin yang bisa terjadi karena hujan deras mengalir bersama material vulkanik di sungai dari hulu ke hilir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....