Diperingati 21 Oktober, Apa itu Hari Diwali?

  • 20 Okt 2025 14:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Setiap tahun, umat Hindu di seluruh dunia memperingati Diwali sebagai festival cahaya penuh makna. Pada 2025, perayaan ini jatuh pada 21 Oktober dan berlangsung selama lima hari.

Diwali bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga momen yang sarat nilai spiritual dan budaya. Di India, festival ini menjadi simbol kemenangan cahaya atas kegelapan, kebaikan atas kejahatan.

Bagi umat Hindu, Diwali memiliki makna mendalam yang mencerminkan kebersamaan, kebahagiaan, dan rasa syukur. Cahaya dari ribuan lampu minyak diyakini membawa keberkahan dan harapan baru.

Asal Usul dan Makna Diwali

Dalam bahasa Sanskerta, Diwali atau Dipavali berarti "barisan cahaya". Kata ini menggambarkan deretan lampu yang dinyalakan untuk mengusir kegelapan malam.

Perayaan ini dikenal juga sebagai bentuk penghormatan kepada Dewi Laksmi, dewi kemakmuran dan kesejahteraan. Setiap rumah Hindu menyalakan diya atau lampu tanah liat sebagai simbol doa untuk kemakmuran.

Selain itu, Diwali juga memperingati kembalinya Rama ke Ayodhya setelah masa pengasingan panjang. Cerita ini diambil dari kisah epik Ramayana yang sarat pesan moral dan spiritual.

Sejarah Diwali dari Masa ke Masa

Tradisi Diwali diyakini telah berlangsung lebih dari dua ribu tahun di India. Awalnya, perayaan ini berkembang sebagai bentuk syukur atas panen yang melimpah.

Dalam perjalanan sejarahnya, Diwali menjadi bagian dari identitas budaya India yang melintasi agama dan wilayah. Kini, perayaan tersebut turut dirayakan oleh penganut Jainisme dan Sikhisme.

Di beberapa daerah, seperti Bengal, Diwali juga dikaitkan dengan kisah Dewi Kali. Ia digambarkan sebagai pelindung dunia dari kekuatan jahat yang mengancam kehidupan.

Rangkaian Tradisi Perayaan

Setiap keluarga mempersiapkan diri dengan membersihkan rumah dan menyalakan lampu minyak di setiap sudut. Cahaya lampu dipercaya membawa keberuntungan dan mengusir energi negatif.

Selain itu, masyarakat juga mengenakan pakaian baru dan berbagi mithai atau permen khas India. Tradisi ini menandai rasa syukur dan kebersamaan di antara keluarga dan tetangga.

Pada malam puncak Diwali, langit India dihiasi pesta kembang api yang mencolok. Musik, doa, dan cahaya berpadu dalam suasana yang penuh suka cita.

Perayaan Diwali di Berbagai Negara

Meski berasal dari India, Diwali kini dirayakan di banyak negara di Asia dan dunia. Nepal mengenalnya sebagai Tihar, sementara Malaysia dan Singapura menetapkannya sebagai hari libur nasional.

Setiap negara memiliki tradisi tersendiri dalam memperingati festival cahaya ini. Namun makna utamanya tetap sama, yakni kemenangan kebaikan dan kemakmuran bagi seluruh umat manusia.

Di Indonesia, Diwali dirayakan oleh sebagian umat Hindu, khususnya di Medan, Bali, dan kota besar lainnya. Perayaan ini menjadi simbol toleransi dan kebersamaan antarumat beragama.

Meski belum ditetapkan sebagai hari libur nasional, semangat Diwali tetap hidup dalam berbagai komunitas. Mereka menggelar doa bersama dan menyalakan lampu sebagai simbol keberkahan.

Lebih dari sekadar ritual keagamaan, Diwali mengajarkan nilai-nilai universal tentang harapan dan keikhlasan. Cahaya yang dinyalakan menjadi lambang pencerahan batin dan kemenangan cinta kasih.

Melalui perayaan ini, manusia diingatkan untuk terus membawa terang dalam kehidupan sehari-hari. Diwali menjadi simbol bahwa setiap kegelapan selalu dapat dikalahkan oleh cahaya kebaikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....