Fakta Ular Weling yang Sebabkan Bocah Pekalongan Meninggal
- 20 Jul 2025 15:01 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Ular weling atau Bungarus candidus merupakan salah satu spesies paling mematikan di dunia. Ular weling adalah spesies ular berbisa mematikan yang kerap dijumpai di wilayah Asia Tenggara, terutama Indonesia.
Secara khusus, habitat dari ular ini tersebar di berbagai wilayah Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Indonesia. Di Indonesia, keberadaan ular belang ini banyak dijumpai di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi.
Sebelumnya bocah berusia 12 tahun, Rafa Ramadhani Suwondho menjadi korban gigitan ular weling di Pekalongan, meninggal dunia, Minggu (20/7/2025). Rafa meninggal saat menjalani perawatan di ICU RSUP Dr Kariadi Semarang.
Merangkum dari berbagai sumber, berikut adalah fakta tentang ular weling:
1. Memiliki bisa yang lebih kuat dari kobra
Bisa atau venom dari ular weling berada dalam indeks tinggi dan dinilai lebih kuat dibandingkan kobra. Bahkan, tingkat kematian pada manusia yang terkena serangan ular weling dapat mencapai 70 persen.
Beberapa pakar ular juga menyebut, weling sudah berevolusi untuk mengembangkan bisa yang lebih berbahaya dari ular kobra. Ular weling sendiri merupakan kerabat dari kobra (Elapidae).
Secara umum, Elapidae merupakan famili ular berbisa yang tersebar di banyak negara. Terdapat beberapa spesies ular mematikan, seperti kobra, ular cabai, ular laut, beludak, ular welang, termasuk ular weling.
2. Mirip dengan ular welang dan sama-sama mematikan
Ular weling sering disamakan dengan ular welang (Bungarus fasciatus), padahal keduanya berbeda spesies. Secara umum, ular weling dan ular welang memang tergabung ke dalam famili Elapidae atau keluarga kobra.
Ular weling (Bungarus candidus) berwarna hitam dan putih, sedangkan ular welang (Bungarus fasciatus) berwarna hitam dan kuning. Kepala pada ular weling terlihat menyatu dan selaras dengan tubuhnya, sedangkan ular welang kepalanya tegas dan berbentuk segitiga.
Ular weling memiliki habitat yang lebih merata, bahkan dapat beradaptasi di lingkungan yang dekat dengan manusia. Sementara, ular welang lebih sering berada di hutan dan tempat yang jauh dari manusia meskipun dapat berada di pemukiman.
3. Jika bisa ular weling masuk ke tubuh manusia
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bisa spesies ular weling Indonesia memiliki reaksi paling cepat ketika masuk tubuh manusia. Ular weling memiliki bisa berjenis neurotoksin yang mampu melumpuhkan kerja otot, saraf, dan sistem pernapasan, bahkan menyebabkan kematian.
4. Sering dijumpai di sekitar pemukiman manusia
Sama seperti ular kobra dan ular tanah, keberadaan ular weling juga cukup banyak di sekitar pemukiman manusia. Mereka suka tempat lembap yang mengandung air, seperti persawahan, kebun, pekarangan rumah yang cenderung basah, dan saluran air.
Ketika bertemu dengan ular weling, sebaiknya jangan ganggu dan jika perlu segera panggil ahli ular atau pemadam kebakaran. Pada dasarnya, ular berbisa takut manusia dan hanya mengikuti naluri untuk mencari makanan, seperti tikus, ikan, dan kodok.
5. Aktif pada malam hari
Ular weling termasuk hewan yang aktif pada malam hari. Ular ini digolongkan sebagai hewan malam atau nokturnal.
Hewan berbisa ini memang lebih suka beraktivitas pada malam hari, mulai dari berburu mangsa sampai berpindah lokasi. Pada siang hari, mereka cenderung diam dan pergerakannya tidak selincah ketika di malam hari. (Zahrotin Aljannah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....