Lapangan Banteng, Ikon Bersejarah di Jantung Jakarta
- 23 Jun 2025 09:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar perayaan Hari Ulang Tahun Jakarta Ke-489, Minggu (22/6/2025) di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Lapangan Banteng merupakan salah satu ikon Kota Jakarta yang sering dijadikan lokasi perayaan berbagai acara menarik.
Dilansir dari laman DPRD Pemprov DKI Jakarta, lokasi ini dibangun sejak masa pemerintahan kolonial Belanda, dahulu bernama Waterlooplei. Di tahun 1982, pemerintah kolonial mendirikan tugu peringatan dengan patung singa di atasnya untuk mengenang pertempuran Waterloo.
Pada tahun 1932, lapangan itu kemudian diberi nama Lapangan Paviljoen, dan sempat beberapa kali berganti kepemilikan. Setelah Indonesia Merdeka tahun 1945, namanya berubah menjadi Lapangan Banteng.
Lapangan Banteng pernah digunakan sebagai terminal bus di era tahun 1980-an. Namun, pada 1993 fungsi lapangan dikembalikan lagi sebagai salah satu ruang terbuka hijau (RTH) Kota Jakarta.
Lapangan ini ditata secara bertahap sejak 2004, sebelum akhirnya disempurnakan pada tahun 2007. Meski masih berfungsi sebagai RTH, sekitar tahun 2016, area ini masih belum tertata dengan baik.
Renovasi Lapangan Banteng dimulai akhir November 2016 - Agustus 2017. Luas lahan yang akan direnovasi yaitu 52.790 meter persegi.
Awalnya, toilet utama yang berada di antara dua lapangan basket berada dalam kondisi kotor, dan sebagian pintunya terkunci. Untuk kenyamaman pengunjung, dibangun toilet dan ruang ganti VIP tambahan, sehingga, fasilitas toilet bertambah.
Sejak 2016, Lapangan Banteng sudah disiapkan menjadi destinasi wisata Persiapan tersebut diantaranya dengan membangun fasilitas olahraga dan taman berstandar internasional.
Revitalisasi Lapangan Banteng tidak dapat dilakukan sembarangan. Hal ini dikarenakan lokasi ini merupakan tempat bersejarah dan menyimpan sejumlah benda cagar budaya.
Dibawah patung Irian Barat dibangun kolam berbentuk setengah lingkarang dengan jembatan ditengahnya. Di sekitar kolam ditempatkan bangku pengunjung yang dapat digunakan untuk bersantai.
Rimbunnya pohon-pohon besar yang tumbuh di sekeliling Lapangan Banteng membuat kawasan tersebut terasa teduh. Untuk mengakomodasi pengendara yang ingin beralih menggunakan Transjakarta, Lapangan Banteng kini dilengkapi fasilitas park and ride (P&R).
Tak hanya itu, Lapangan Banteng hampir setiap tahun menjadi arena Pameran Flora dan Fauna (Flona). Pameran ini sudah berlangsung sejak tahun 1984, dan biasanya berlangsung selama sebulan.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, wawasan, kewirausahaan, serta menggugah kepedulian warga Jakarta terhadap lingkungan. Selain itu, dapat dijadikan ajang pertemuan antara para petani, penghobi dan pengusaha di bidang pertamanan dan lingkungan.
Pada tahun 2024 lalu, kegiatan Flona diadakan pada bulan Juli, dan mengusung tema ‘Jakarta Global Hijau Menpesona’. Untuk pelaksanaan Flona tahun 2025 ini, masih menunggu informasi selanjutnya dari Pemprov DKI Jakarta. (Afriani Respati)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....