Mitos dan Cerita Rakyat Seputar 'Strawberry Moon'

  • 12 Jun 2025 14:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Fenomena bulan purnama yang terjadi setiap bulan Juni dikenal dengan nama strawberry moon. Kejadian ini selalu dinantikan oleh para pengamat langit dan pencinta fenomena astronomi tahunan.

Dilansir dari The Old Farmer’s Almanac, nama "strawberry moon" berasal dari tradisi suku Algonquian di Amerika Utara. Mereka seringkali mengaitkannya dengan musim panen stroberi liar.

Puncak strawberry moon tahun ini terjadi pada 11 Juni 2025 pukul 14.44 WIB. Meskipun tidak mengubah warna bulan, fenomena ini sering kali memunculkan cerita rakyat dan mitos menarik.

Berikut 5 mitos dan cerita rakyat tentang fenomena Strawberry Moon:

1. Simbol Kesuburan dan Pembaruan

Banyak budaya melihat bulan purnama sebagai simbol kuat dari kesuburan serta proses pembaruan hidup. Strawberry moon pun dianggap membawa makna serupa, khususnya oleh suku Algonquian di Amerika Utara.

2. Hubungan dengan Bulan Madu

Di Eropa, strawberry moon dikenal pula sebagai honey moon, yang berkaitan erat dengan pernikahan tradisional. Nama ini diyakini menjadi asal mula istilah "honeymoon" atau bulan madu yang digunakan saat ini.

3. Kekuatan Spiritual dan Mistis

Dalam dunia astrologi, strawberry moon dianggap memiliki energi tinggi untuk refleksi dan niat baru. Banyak kepercayaan menyebutkan bahwa bulan ini cocok untuk pelepasan beban emosi lama.

4. Warna Bulan dan Pertanda Alam

Mitos populer menyebut strawberry moon selalu tampak merah seperti buah stroberi matang. Padahal, warna itu hanyalah efek cahaya saat bulan berada rendah di cakrawala.

5. Pengaruh pada Perilaku Manusia dan Hewan

Bulan purnama, termasuk strawberry moon, dipercaya memengaruhi perilaku makhluk hidup di bumi. Beberapa kepercayaan menyebutkan bahwa bulan ini bisa memicu gangguan tidur, emosi, atau perubahan perilaku. (Amanda Saviolla)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....