Pandangan Gus Baha tentang Perintah Salat dalam Isra Mikraj

  • 27 Jan 2025 00:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengungkapkan, ada hal yang perlu diketahui oleh umat Muslim dalam peristiwa Isra Mikraj. Khususnya, terkait turunnya perintah salat.

Dalam pandangan Gus Baha, umat Islam tidak boleh salah paham tentang jumlah salat lima puluh waktu. Sebelum kemudian berkurang menjadi lima waktu sebagaimana dikisahkan dalam peristiwa Isra Mi'raj.

"Jadi kamu tidak boleh punya keyakinan, sebetulnya Allah itu dari awal ngotot ingin membuat salat lima puluh waktu. Setelah melihat Nabi, menjadi tidak tega, berkurang jadi lima waktu," katanya seperti dikutip dari YouTube Santri Gayeng, Sabtu (25/1/2025).

Menurut Gus Baha, jangan ada pikiran yang mengatakan bahwa Allah mengurangi jumlah salat setelah ketemu Nabi. Sebab, hal ini bisa merusak tauhid atau akidah.

Ia menjelaskan, pemikiran yang benar secara ilmu tauhid, sebetulnya dari awal Allah menghendaki lima puluh waktu dulu. Tetapi, pada hakikatnya, hanya lima waktu yang akan diberlakukan.

"Setelah Nabi Muhammad bertemu Allah, kemudian Allah mewajibkan kepada Nabi dan umatnya untuk melakukan salat lima puluh waktu. Kemudian turun anugerah Allah, maka akhirnya dikurangi hingga tinggal lima waktu yang wajib dikerjakan," kata Gus Baha.

Gus Baha menegaskan, tidak boleh seseorang beranggapan kalau Allah punya pertimbangan ulang setelah bertemu Nabi Muhammad. Ini sama saja mengatakan bahwa ilmunya Allah sesuatu yang baru.

Hal ini, menurut Gus Baha, tidak boleh dalam ilmu tauhid. Karena, itu menyerupai makhluk.

"Tidak boleh mengatakan Allah mengevaluasi ulang, akhirnya menjadi lima waktu. Keyakinan seperti ini tidak boleh karena menunjukkan ilmu Allah sesuatu yang baru, Allah jadi tahu setelah banyak evaluasi," kata ulama asal Rembang itu.

Keyakinan yang harus dipegang, kata Gus Baha, Allah dengan sifat ilmunya sudah tahu sebelum adanya pertemuan dengan Nabi Muhammad. Allah itu tahu sebelum adanya evaluasi dan tidak butuh evaluasi.

Jadi, lanjut Gus Baha, sejak awal peristiwa Isra Mikraj, Allah sudah tahu kejadiannya akan demikian. Seperti peristiwa saran dari Nabi Musa yang meminta Nabi Muhammad kembali menemui Allah, supaya mengurangi waktu salat.

Menurut Gus Baha, Allah juga tahu, peristiwa Isra Mikraj akan dibenarkan oleh Abu Bakar dan setiap orang yang memiliki akal dan pemikiran yang segar. Lalu, diingkari oleh kafir Quraisy.

"Peristiwa ini seperti yang telah dikehendaki Allah pada zaman azali dahulu. Namun, meskipun lima waktu, pahalanya tidak berkurang dari salat lima puluh waktu," ucap Gus Baha.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....