Arti Acara Ngunduh Mantu dan Tata Caranya

  • 11 Des 2022 08:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kaesang Pangarep dan Erina Gudono melanjutkan prosesi pernikahan dengan ngunduh mantu. Acara ngunduh mantu digelar di Solo, Minggu (11/12/2022).

Ngunduh mantu adalah prosesi adat tambahan pernikahan Jawa yang biasanya akan dilakukan oleh pasangan pengantin baru berdarah Jawa. Ngunduh memiliki arti panen atau memanen, sedangkan mantu artinya adalah menantu.

Sederhananya, ngunduh mantu dapat diartikan sebagai wujud penyambutan dari keluarga mempelai laki-laki terhadap keluarga mempelai wanita. Ngunduh mantu ini masih kerap dilakukan oleh masyarakat Jawa.

Secara umum, ngunduh mantu akan ditandai dengan kunjungan dari mempelai wanita. Keluarga besar, dan kerabat dekat menuju kediaman pihak keluarga besan (orang tua dari pengantin pria).

Setelahnya, kedua mempelai harus sungkem kepada keluarga dari mempelai laki-laki sebagai bentuk hormat, bakti dan juga rasa syukur. Setelah prosesi selesai, pasangan pengantin kemudian dipersilahkan untuk duduk di pelaminan.

Orang tua dari mempelai pria akan menuntun kedua orang tua dari mempelai wanita untuk duduk di sisi pelaminan. Selain itu, terdapat tata cara ngunduh mantu, berikut prosesi lengkapnya;

1. Iring-iringan pangombyong

Prosesi yang pertama adalah iring-iringan atau yang biasa disebut dengan pangombyong. Pangombyong merupakan saat pasangan pengantin, orang tua dari mempelai wanita, dan juga kerabat berjalan bersama mengunjungi rumah besan.

Setelah sampai di rumah besan, rombongan pengantin kemudian akan disambut. Yaitu dengan sebuah iringan Gendhing Boyong Pengantin.

2. Penyerahan imbal wicara

Imbal Wicara atau dialog penyerahan dilakukan keluarga mempelai perempuan untuk keluarga mempelai pria. Nantinya keluarga besar mempelai wanita yang diwakilkan seorang perwakilan akan memberikan sambutan serta penyerahan pengantin.

3. Pemberian air suci

Kedua mempelai pengantin kemudian akan diberi gelas berisi air bening. Lalu diminumkan oleh orang tua dari mempelai pria.

Air bening tersebut merupakan simbol harapan. Supaya rumah tangga dari kedua pengantin selalu diberikan kedamaian dan ketentraman dalam rumah tangganya.

4. Sindur binayang

Acara selanjutnya yakni keluarga mempelai pria menyambut kedatangan rombongan keluarga besan. Serta pasangan pengantin dengan membawakan seperangkat benda sebagai seserahan.

5. Sungkeman

Prosesi acara ngunduh mantu akan dilanjutkan dengan kegiatan sungkeman. Prosesi ini dilakukan pasangan pengantin untuk menunjukkan rasa syukur mereka kepada kedua pihak orang tua.

6. Ramah tamah dan doa bersama

Acara ngunduh mantu ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, jamuan makan dan juga foto bersama pengantin. Doa penutup akan dipimpin oleh perwakilan dari keluarga pria.

Setelah doa dan juga sambutan selesai. Kedua pengantin, keluarga serta kerabat bisa beramah tamah kepada para tamu dengan menikmati jamuan dan foto bersama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....