Peringatan Hari Halloween, Begini Sejarah Perjalanannya

  • 02 Nov 2024 02:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Peringatan Hari Halloween memang jatuh pada tanggal 31 Oktober 2023 lalu. Namun, peringatan Halloween akan terus diadakan di berbagai negara, selama seminggu setelahnya.

Biasanya, perayaan Halloween identik dengan labu Jack O Lantern, trick or treat hingga pesta kostum. Bahkan, Halloween selalu identik dengan sesuatu yang menyeramkan.

Hari Halloween dirayakan di Amerika Serikat setiap tanggal 31 Oktober.Tetapi, perayaan ini mulai dilakukan oleh banyak negara termasuk Indonesia.

Merangkum dari berbagai sumber, sejarah perayaan Halloween diyakini, dan dimulai dari bangsa Celtic. Mereka adalah orang-orang kuno yang tinggal di wilayah Irlandia modern, Prancis Utara, dan Inggris.

Kala itu ada Festival Api Celtic di Samhain, yang memperingati akhir musim panen. Dan saat itu simulainya tahun baru pada tanggal 1 November.

Selama festival ini, orang-orang kafir mengenakan kostum dan menyalakan api untuk mengusir roh jahat. Mereka percaya bahwa orang-orang mati akan bangkit kembali pada malam 31 Oktober.

Budaya Halloween mulai berubah menjadi menyenangkan ketika pengaruh Kristen sekitar abad ke-8. Umat Kristen akan merayakan Hari Semua Jiwa pada tanggal 2 November, yang merupakan hari untuk menghormati orang mati.

Yaitu, dengan cara yang sama seperti yang dilakukan bangsa Celtic pada Samhain. Sekitar waktu inilah malam sebelum perayaan dikenal sebagai All Hallows Eve.

All Hallows Eve Day secara resmi dialihkan ke tanggal 1 November tahun 835. Akhirnya pada malam tanggal 31 Oktober dikenal sebagai All Hallows Eve yang kemudian disebut Halloween.

Halloween menjadi populer di Amerika pada abad ke-19. Pada tahun 1920-an dan 1930-an, parade dan pesta Halloween mulai dilakukan tanpa memandang latar belakang ras atau agama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....