Pemerhati: Jakarta Butuh Pemimpin Jiwa Aktivis Seperti Pramono

  • 13 Okt 2024 01:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pegiat Sosial Media (Sosmed), Mantan Kepala Aksi dan Advokasi PIJAR era Tahun 1990-an, Agusto Sulistio, mengatakan Jakarta membutuhkan pemimpin yang juga punya rekam jejak sebagai seorang aktivis. Sehingga sosok dan karakternya memenuhi kriteria sebagai pemimpin.

"Pramono tampak lugas dalam menyampaikan gagasannya. Memukau audiens dengan ide-ide konkret tentang bagaimana membangun Jakarta," kata Agusto Sulistio dalam keterangannya, Minggu (13/10/2024).

Menurut Agusto, sosok Pramono Anung terlihat bukan hanya sebagai politisi, tetapi juga sebagai pekerja lapangan yang paham administrasi. Seperti yang dikatakan Manuel Kaisiepo dalam catatannya, 'Mas Pram adalah politisi penggalang solidaritas sekaligus administratur ulung'.

Menurut Agusto, Panggung debat perdana Pilkada Jakarta malam itu dikuasai Pasangan Cagub-Cawagub Nomor Urut 3, Pramono Anung dan Si Doel. "Hal ini terbukti dari hasil polling yang dirilis oleh Kompas dan I-News, dengan masing-masing memberikan dukungan 46% dan 64% responden," ujarnya.

Agusto mengatakan, bagi yang mengenal Pram hal ini bukan kejutan. Latar belakangnya sebagai aktivis mahasiswa dan ketua SATGAS pertama di ITB adalah modal kuat yang mengantarkannya dalam perjalanan panjang di dunia politik.

Agusto menceritakan, Pram, mahasiswa ITB angkatan 1982 jurusan Teknik Pertambangan, adalah bagian dari generasi yang masih merasakan imbas pembubaran Dewan Mahasiswa (DM) ITB pada tahun 1978. Meski Saat itu DM dibubarkan namun semangat gerakan mahasiswa tak pernah padam.

"Melihat kiprah Pram di masa lalu, tak diragukan lagi bahwa Jakarta membutuhkan pemimpin dengan jiwa aktivis seperti dia. Pemimpin yang tak hanya paham birokrasi, tetapi juga mampu merawat Jakarta dengan semangat pergerakan," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....