Museum Tsunami Aceh Jadi Ruang Edukasi dan Refleksi Tragedi Gempa 2004
- 23 Mei 2026 20:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Museum Tsunami Aceh menjadi tempat edukasi sekaligus ruang refleksi tragedi gempa dan tsunami 2004
- Gempa berkekuatan 9,3 SR pada 26 Desember 2004 memicu tsunami besar di Samudra Hindia
- Museum menyimpan ribuan koleksi dan diresmikan pada 23 Februari 2009 sebagai memorial bencana
RRI.CO,ID, Jakarta - Museum Tsunami Aceh masih dikunjungi banyak pengunjung untuk mempelajari sejarah sekaligus merenungi peristiwa pilu tersebut di masa lalu. Tempat ini menjadi ruang edukasi penting mengenai bencana gempa dan tsunami yang pernah melanda Aceh.
Indonesia pernah mengalami gempa dan tsunami dahsyat yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004 silam. Peristiwa tersebut kemudian menjadi dasar pembangunan Museum Tsunami Aceh sebagai bentuk pengingat tragedi besar tersebut.
Dilansir dari laman resmi Museum Tsunami Aceh, gempa berkekuatan 9,3 skala Richter terjadi pada pukul 07.58 WIB dan memicu tsunami besar di wilayah Samudra Hindia. Aceh menjadi daerah paling terdampak bersama Sri Lanka, Thailand, dan India.
Korban jiwa dalam bencana tersebut mencapai sekitar 170.000 orang di berbagai wilayah terdampak tsunami besar itu. Museum Tsunami Aceh dibangun sebagai tempat mengenang korban sekaligus pusat edukasi kebencanaan dan evakuasi.
Museum Tsunami Aceh diresmikan pada 23 Februari 2009 dan dirancang oleh Ridwan Kamil melalui sayembara internasional tahun 2007.
Museum ini menyimpan sekitar 6.038 koleksi yang terdiri dari berbagai jenis etnografi, arkeologi, hingga ruang audio visual.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....