Aduan WNI Terlibat 'Online Scam' Mencapai Ribuan
- 24 Jan 2026 16:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Phnom Penh - Jumlah aduan WNI yang terlibat sindikat online scam (penipuan daring) di Kamboja pada periode 16 – 23 Januari 2026 mencapai 2.117 aduan. Ribuan WNI itu mendatangi langsung KBRI Phnom Penh untuk melaporkan langsung kondisi mereka dan meminta fasilitasi kepulangan ke Indonesia.
“Pada 22 Januari 2026 terdapat penambahan 224 WNI, dan pada 23 Januari 2026 hingga pukul 17.00 bertambah lagi 164 WNI. Sehingga, total yang ditangani mencapai 2.117 WNI dari sebelumnya 1.726 WNI pada periode 16 – 21 Januari 2026,” kata Duta Besar RI untuk Kamboja Santo Darmosumarto dalam pernyataan tertulis kepada RRI.
Menurutnya, lonjakan ini merupakan dampak langsung dari razia yang dilakukan Pemerintah Kamboja terhadap pusat-pusat penipuan daring. “Sehingga, menyebabkan banyak warga negara asing, termasuk WNI, keluar dari lokasi sindikat, terlihat beberapa kedubes asing di Phnom Penh juga dipenuhi ratusan warganya,” ucapnya.
Santo menegaskan KBRI terus mengupayakan percepatan kepulangan WNI dan berkoordinasi intensif dengan otoritas setempat. “KBRI tengah berkoordinasi intensif dengan otoritas Kamboja agar WNI mendapatkan percepatan penerbitan exit permit dan keringanan hukuman keimigrasian,” ujarnya.
Adapun proses pendataan, assessment kasus, dan penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI yang tidak memiliki paspor juga terus dilakukan secara bertahap. Sedangkan, bagi WNI yang memiliki paspor dan visa yang masih berlaku, telah didorong untuk segera membeli tiket secara mandiri. (Foto: KBRI Phnom Penh)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....