Refleksi Dua Dekade Perjanjian Damai Aceh di Jakarta

  • 14 Agt 2025 19:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) menggelar forum refleksi memperingati 20 tahun Perjanjian Damai Aceh, pada 13 – 15 Agustus 2025. Forum ini diselenggarakan ERIA School of Government (SoG) di kantor ERIA, Jakarta, dan dihadiri para tokoh kunci yang terlibat langsung dalam proses damai bersejarah tersebut.

Dean ERIA School of Government, Prof. Nobuhiro Aizawa, menilai keberhasilan damai Aceh adalah salah satu pencapaian paling luar biasa di kawasan. Menurutnya, para pemimpin dan rakyat Aceh berhasil mengubah tragedi menjadi komitmen bersama.

“Perdamaian yang terjaga selama dua dekade ini adalah hasil kerja sama global dan contoh yang harus terus kita pelajari. Yaitu, untuk menjaga kepercayaan di masa depan,” ujar Aizawa dalam pembukaan forum, Rabu (13/8/2025).

Jusuf Kalla, yang saat itu menjadi Wakil Presiden RI ke-10, mengenang bagaimana kesadaran akan penderitaan rakyat membuat semua pihak bersedia mencari jalan damai. “Kami tahu, konflik berkepanjangan hanya akan merugikan semua pihak,” kata JK pada kesempatan yang sama.

Adapun, hari pertama forum membahas perjalanan panjang menuju Perjanjian Damai Helsinki pada 15 Agustus 2005. Proses ini tidak mudah, bahkan sempat menemui kebuntuan setelah pertemuan di Tokyo.

Harapan baru muncul ketika perundingan dilanjutkan di Helsinki, tak lama setelah tsunami besar melanda Aceh. Tragedi ini justru menjadi titik balik yang membuat semua pihak mau duduk bersama, melanjutkan dialog, dan membangun komitmen damai demi masa depan. (Foto: ERIA)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....