Hapus Stigma, Keluarga Dukung Disabilitas Lebih Percaya Diri
- 03 Des 2024 14:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Penyandang disabilitas sering kali menghadapi tantangan besar, salah satunya stigma di dalam keluarga. Menurut Wiri Sri Hastuti, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan, dapat menghambat pemberdayaan penyandang disabilitas.
“Seringkali keluarga menyembunyikan anggota keluarganya yang disabilitas karena rasa malu. Padahal, keluarga adalah fondasi utama dalam memberdayakan mereka,” ujarnya dalam acara Film Radio yang di selenggarakan di gedung RRI lantai 2 Kamis, (3/12/2024).
Hastuti menjelaskan data Survei Sosial Ekonomi Nasional 2023, 7% penduduk Indonesia hidup dengan disabilitas, termasuk 2% dengan gangguan fungsional. Namun, stigma dan rasa malu membuat banyak keluarga memilih untuk tidak mengakui kondisi ini.
Menurutnya stigma yang melekat di dalam keluarga dapat menghambat penyandang disabilitas untuk menerima pendidikan, pekerjaan, dan fasilitas lainnya. “Keluarga adalah unit terkecil masyarakat. Nilai-nilai, norma, dan budaya semua dipelajari di sana,” ucapnya.
Hastuti menekankan pentingnya edukasi keluarga untuk memberikan pemahaman kepada keluarga tentang cara mendukung penyandang disabilitas menjadi langkah awal. Dukungan ini mencakup aspek emosional, psikologis, hingga fisik.
Ia juga menjelaskan keluarga juga diharapkan menggali potensi penyandang disabilitas dan mendorong mereka untuk percaya diri. “Ajarkan nilai-nilai yang membangun kepercayaan diri. Jangan sampai rasa minder menghalangi mereka untuk berkontribusi dalam masyarakat,” ucapnya. (Intern/Merlina Aryanti)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....