Dewi Coryati : Sosmed Wadah Untuk Pasarkan Parekraf
- 13 Jun 2024 16:49 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu : Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Dr. Hj. Dewi Coryati menyampaikan, Sosial Media (Sosmed) dapat menjadi wadah yang paling ampuh, dalam memasarkan atau mempromosikan sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf).
Hanya saja dalam mengoptimalkan keberadaan sosmed yang sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat termasuk di Provinsi Bengkulu, tetap harus dibarengi dengan penyiapan konten dan fotografi yang menarik.
"Kalau mau mempromosikan sektor Parekraf bersama 17 subsektornya, yang paling ampuh saat ini dengan memanfaatkan Sosmed. Karena Sosmed saat ini banyak keunggulannya," ungkap Dewi diwawancarai usai membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan tema strategi komunikasipengembangan pemasaran Parekraf melalui penguatan konten dan fotografi, Kamis, (13/6/2024).
Lanjut Dewi, melalui Sosmed selain hemat biaya, mudah diakses dan mayoritas masyarakat memiliki dalam genggamannya yakni gadget.
"Jadi kita menilai sangat efektif ketika memasarkan atau mempromosikan sektor Parekraf melalui Sosmed. Apalagi saat ini, tidak semua orang menonton televisi ataupun melihat iklan Parekraf di billboard," kata Dewi dalam kegiatan yang digelar Deputi Bidang Pemasarangan Kementerian Parekraf RI ini.
Anggota DPR RI dari Provinsi Bengkulu ini mengemukakan, ketika memanfaatkan Sosmed sebagai wadah untuk mempromosikan Parekraf, tetap saja menjadi penting memerhatikan konten atau fotografi yang ditampilkan.
Dimana konten dan fotografi yang dimaksud, tentunya harus dibuat semenarik mungkin. Karena pada saat orang melihat, konten atau foto itu harus bisa menceritakan seribu kata-kata.
Misal yang ditampilkan di sosmed foto goreng pisang, secara otomatis tidak mungkin lagi dalam narasi atau captionnya dituliskan goreng pisang.
"Makanya melalui Bimtek ini kita menargetkan pengetahuan dan pemahaman peserta, terutama dalam membuat konten atau fotograsi untuk memasarkan produk Parekraf bisa meningkat," harap Dewi.
Lebih lanjut politisi perempuan PAN uni menambahkan, dalam Bimtek ini kalangan peserta menyasar generasi muda atuapun mahasiswa, karena mereka sangat lekat dengan teknologi digital.
"Ditambah lagi akan menghadapi bonus demografi, dimana kalangan muda merupakan bagian dari Pentahelix atau komunitas yang memiliki komunikasi bagus.
" Jadi mereka harus kita persiapkan sejak sekarang," tegas Dewi.
Sementara Ahli Utama Deputi Bidang Pemasarangan Kemenparekraf RI, Nia Niscaya menyampaikan, Bimtek ini dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman dalam memasarkan destinasi pariwisata, dan produk ekonomi kreatif.
"Melalui pemanfaatan media digital, terutama bagi para pelaku usaha Parekraf," tukasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....