Nikmat dan Gurih, Kemplang Panggang Tradisional Terus Diminati

  • 01 Sep 2026 10:15 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Kemplang panggang merupakan salah satu camilan berbahan dasar ikan yang masih diminati masyarakat. Cita rasa gurih dengan tekstur renyah membuat makanan ini tetap menjadi pilihan camilan, terlebih jika disantap bersama sambal.

Salah satu usaha kemplang panggang berada di Gang Adam Malik 5A, Pagar Dewa, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Proses pembuatannya dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari menggiling ikan, mencampurkannya dengan sagu dan garam, menguleni adonan, mengukus, hingga menjemurnya sebelum dipanggang.

Salah seorang pembuat kemplang panggang, Eli, mengatakan usaha tersebut dirintis setelah sebelumnya bekerja dengan orang lain sejak masih gadis. Setelah menikah, ia memilih membuka usaha sendiri karena, “kerja sama orang tidak dibolehkan sama suami, jadi kita buka sendiri usaha kayak gini,” ujar Eli, 1 September 2026

Ikan laut menjadi bahan utama yang digunakan dalam pembuatan kemplang panggang karena harganya lebih terjangkau dibandingkan ikan sungai. “Kalau ikan sungai mahal, tidak terbeli, lagian kita murah meriah saja jualnya,” jelasnya.

Setelah dijemur hingga kering, kemplang kemudian dipanggang menggunakan arang dengan alat berupa besi yang dirakit sendiri. Pemanggangan menggunakan arang memberikan aroma khas pada kemplang sekaligus membuat teksturnya menjadi lebih renyah sebelum siap dijual.

Dalam sehari, produksi kemplang panggang dapat mencapai sekitar 30 bungkus dengan harga Rp10 ribu per bungkus. Kualitas rasa dijaga dengan memperhatikan jumlah ikan yang digunakan agar cita rasa ikan tetap terasa, sementara sambal dibuat dengan cabai yang cukup banyak agar rasanya lebih kuat dan teksturnya kental.

Pemasaran kemplang panggang dilakukan secara langsung dari rumah di lokasi usaha tersebut. Minat masyarakat masih cukup baik karena setiap kemplang yang dipanggang biasanya habis terjual, bahkan terkadang permintaan membuat produksi kewalahan, “Alhamdulillah, bagus juga, lancar, berapa saja yang kita panggang habis, kadang sampai kewalahan,” ujar Eli.

Usaha kemplang panggang tersebut diharapkan dapat terus berjalan lancar dan semakin dikenal masyarakat. Proses pembuatan secara manual tetap dipertahankan untuk menjaga kualitas dan cita rasa kemplang yang dihasilkan. (bunga.r)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....