Pencak Silat Suku Serawai Seluma, Perlu Mendapatkan Perhatian Generasi Muda

  • 26 Agt 2026 14:47 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Desa Talang Beringin, Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma, tersimpan sebuah cerita tentang asal-usul makam yang dikenal sebagai makam Guru Silam. Makam tersebut berkaitan dengan kisah seorang guru pencak silat yang dipercaya masyarakat sebagai leluhur dan panutan dalam dunia persilatan Hal itu disampaikan oleh Ketua adat Desa Talang Beringin - Bain .

Jelas Bain , cerita yang berkembang di masyarakat sosok Guru Silam dikenal dengan nama pendekar Ali atau Raden Sandung. Ia dipercaya memiliki kemampuan dan kesaktian luar biasa, termasuk kisah bahwa dirinya mampu membendung matahari, serta mengajarkan berbagai gerakan pencak silat kepada murid-muridnya dengan penuh ketelatenan.

“Dahulu, Guru Silam merupakan seorang pendekar yang mengajarkan pencak silat kepada murid-muridnya dengan tekun dan penuh semangat. Namun, pada suatu ketika, ia menghilang secara tiba-tiba dan tidak terlihat lagi oleh murid-muridnya," ujar Bain

Bain juga mengatakan, sejak saat itu tempat yang diyakini berkaitan dengan keberadaan Guru Silam dijadikan sebagai tempat perguruan pencak silat sekaligus lokasi untuk mengenang sosok tersebut. Setiap tiga tahun sekali, masyarakat menggelar kegiatan untuk memperingati Guru Silam yang diisi dengan berbagai atraksi dan pencak silat tradisional.

Sementara itu, Efriadi salah satu warga desa mengatakan, kegiatan peringatan Guru Silam biasanya dilaksanakan selama dua hari digelar di tengah area persawahan karena menarik perhatian masyarakat baik warga sekitar maupun dari warga desa tetangga . Selain menjadi hiburan bagi warga, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk belajar dan mengenal kembali tradisi pencak silat khas Suku Serawai yang hampir punah.

“pencak silat ini merupakan tradisi budaya asli daerah yang kami lakukan setiap 3 tahun sekali, menjadi bagian dari upaya masyarakat untuk mengenang nenek moyang kita. Selain itu, kegiatan ini juga melatih generasi muda agar mampu melestarikan seni bela diri pencak silat,” ujar Efriadi

Efriadi menambahkan, seni pencak silat tradisional di Kabupaten Seluma saat ini mulai menghadapi ancaman kepunahan sehingga pelestarian perlu terus dilakukan. Melalui peringatan Guru Silam dan kegiatan pencak silat secara berkala, masyarakat berharap warisan budaya tersebut tetap hidup dan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. ( Tentri/UMB )

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....