PHRI Bengkulu Dorong Pengembangan Wisata Sejarah untuk Menarik Wisatawan Nusant

  • 30 Jun 2026 10:05 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu : Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bengkulu, Taufik Kamidan, mengatakan Bengkulu memiliki potensi pariwisata yang sangat besar untuk menarik kunjungan wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Menurutnya, kekayaan wisata alam, wisata sejarah, dan wisata budaya yang dimiliki Bengkulu merupakan aset berharga yang harus terus dikembangkan agar mampu bersaing dengan destinasi wisata di daerah lain.

Taufik menjelaskan bahwa Bengkulu merupakan salah satu provinsi yang memiliki nilai sejarah tinggi karena pernah menjadi wilayah yang dikuasai oleh bangsa Inggris, Belanda, dan Portugis pada masa lampau. Jejak sejarah dari berbagai bangsa tersebut masih dapat ditemukan hingga saat ini dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mempelajari sejarah serta perkembangan Kota Bengkulu.

Salah satu destinasi wisata sejarah yang paling dikenal adalah Benteng Marlborough yang berada di Kota Bengkulu dan hingga kini masih berdiri kokoh sebagai saksi perjalanan sejarah daerah tersebut. Benteng peninggalan kolonial Inggris itu dinilai memiliki nilai jual yang tinggi karena tidak hanya menyimpan cerita sejarah, tetapi juga menjadi salah satu ikon pariwisata yang banyak dikunjungi wisatawan.

Menurut Taufik, selain Benteng Marlborough masih terdapat sejumlah lokasi bersejarah lainnya yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan. Salah satunya adalah kawasan Kota Tua Bengkulu yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah berdirinya Kota Bengkulu dan menjadi bagian penting dari identitas daerah yang kini telah berusia 305 tahun.

Ia menuturkan bahwa kawasan Kota Tua menyimpan banyak cerita mengenai tokoh-tokoh yang berperan dalam pembangunan Kota Bengkulu sejak masa awal berdirinya. Salah satu tokoh yang memiliki peran penting adalah Pangeran Mangku Rajo, namun hingga kini masih banyak masyarakat Bengkulu sendiri yang belum mengenal sosok dan jasa beliau dalam sejarah pembangunan kota.

Taufik menjelaskan bahwa Pangeran Mangku Rajo memiliki gagasan untuk mengembangkan kawasan perdagangan dengan mengundang masyarakat dari etnis Tionghoa agar membuka pasar di sekitar kawasan benteng. Kebijakan tersebut menjadi salah satu cikal bakal berkembangnya aktivitas ekonomi di Kota Tuo yang kemudian tumbuh menjadi pusat perdagangan dan kehidupan masyarakat pada masanya.

Ia berharap pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan perhatian lebih terhadap pelestarian dan pengembangan kawasan wisata sejarah di Bengkulu agar semakin dikenal luas oleh wisatawan. Menurutnya, apabila potensi sejarah, budaya, dan alam dapat dikemas secara menarik serta dipromosikan secara berkelanjutan, maka sektor pariwisata akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan tingkat hunian hotel dan usaha restoran di Provinsi Bengkulu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....