Mirip Kura-kura? Intip Keunikan Benteng Marlborough Bengkulu

  • 09 Mei 2026 19:48 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Berdiri kokoh menghadap Samudra Hindia, Benteng Marlborough tetap tegak sebagai saksi bisu dinamika kolonialisme di nusantara. Dikenal sebagai benteng peninggalan Inggris terbesar di Asia Tenggara, situs bersejarah yang terletak di jantung Kota Bengkulu ini terus menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara sebagai pusat edukasi dan wisata sejarah.

Kilas Balik Sejarah: Benteng Terbesar di Asia Tenggara

Dibangun oleh East India Company (EIC) antara tahun 1714 hingga 1719 di bawah kepemimpinan Gubernur Joseph Collett, Benteng Marlborough merupakan pangkalan militer sekaligus pusat perdagangan lada yang vital bagi Inggris. Namanya diambil dari nama seorang jenderal Inggris ternama, John Churchill, Duke of Marlborough.

Secara historis, benteng ini merupakan pertahanan terkuat kedua milik Inggris di wilayah Timur setelah Benteng St. George di Madras, India. Selama lebih dari satu abad, Marlborough menjadi jantung kekuasaan Inggris di Pantai Barat Sumatra sebelum akhirnya diserahkan kepada Belanda melalui Traktat London pada tahun 1824.

Arsitektur Unik Berbentuk Kura-Kura

Salah satu daya tarik utama Benteng Marlborough adalah desain arsitekturnya yang unik. Jika dilihat dari udara, benteng ini menyerupai kura-kura. Bagian kepalanya merupakan pintu masuk utama, sementara bagian tubuhnya adalah area pertahanan luas yang dikelilingi oleh parit buatan.

Beberapa fitur ikonik yang masih terjaga hingga kini meliputi:
  • Meriam Besi: Berjejer rapi di atas dinding benteng, mengarah langsung ke laut lepas.
  • Ruang Tahanan: Lorong-lorong gelap yang pernah menjadi tempat mendekamnya para tawanan perang.
  • Jembatan Gantung: Akses masuk klasik yang menambah kesan autentik abad ke-18.
  • Makam Pejabat Inggris: Di dalam kompleks benteng, terdapat nisan-nisan tua yang menceritakan kisah hidup para perwira Inggris yang gugur di tanah Bengkulu.
Destinasi Wisata dan Cagar Budaya

Kini, Benteng Marlborough dikelola oleh Balai Pelestarian Kebudayaan sebagai situs cagar budaya. Selain berfungsi sebagai museum yang memamerkan dokumen sejarah dan artefak, benteng ini juga menjadi spot favorit untuk menikmati matahari terbenam (sunset) di pesisir Bengkulu.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Wisatawan biasanya melakukan berbagai aktivitas seperti:

  • Berfoto di area benteng
  • Menjelajah lorong dan ruang sejarah
  • Belajar sejarah kolonial Bengkulu
  • Menikmati panorama laut
  • Wisata edukasi bersama keluarga atau sekolah
Waktu Terbaik Berkunjung

Waktu terbaik mengunjungi Benteng Marlborough adalah pagi atau sore hari. Selain cuaca lebih nyaman, pencahayaan untuk fotografi juga jauh lebih bagus dibanding siang hari.

Sore hari menjadi waktu favorit karena suasana pesisir Bengkulu terasa lebih tenang dan angin laut mulai sejuk.

Benteng Marlborough bukan hanya destinasi wisata biasa. Tempat ini menjadi pengingat bahwa Bengkulu pernah memiliki peran penting dalam sejarah perdagangan dan kolonialisme di Indonesia.

Di tengah perkembangan kota modern, benteng ini tetap berdiri sebagai simbol sejarah yang masih hidup dan terus menarik perhatian wisatawan hingga sekarang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....