Eksotis! Keajaiban Candi tanpa Pintu di Tulungagung

  • 14 Apr 2026 21:01 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Di tengah rimbunnya hutan kehutanan RPH (Rencana Pengelolaan Hutan) Kalidawir, berdiri sebuah monumen batu yang membisu namun penuh wibawa. Candi Dadi, sebuah situs purbakala peninggalan Kerajaan Majapahit, terus memikat perhatian para pecinta sejarah dan wisatawan yang rela mendaki demi menyaksikan kemegahan masa lalu di puncak bukit.

Keunikan Arsitektur: Menara Tanpa Tangga

Berbeda dengan candi-candi di dataran rendah Jawa Timur yang umumnya memiliki relief kompleks dan tangga masuk, Candi Dadi memiliki karakteristik arsitektur yang sangat unik. Candi ini berbentuk batur segiempat yang tinggi dengan denah dasar berukuran sekitar $14 \times 14$ meter.

Beberapa poin unik yang menjadi ciri khas Candi Dadi antara lain:
  • Tanpa Tangga: Tidak ditemukan bekas tangga atau pintu masuk menuju bagian atas candi.
  • Sumuran Tengah: Di bagian tengah atas candi terdapat lubang sumuran sedalam kurang lebih 3 meter.
  • Fungsi Pemujaan: Para ahli sejarah meyakini candi ini digunakan sebagai tempat pembakaran jenazah tokoh penting atau tempat pemujaan dewa dalam kepercayaan Hindu-Siwa.
Bagian dari Kompleks Percandian Walikukun

Candi Dadi tidak berdiri sendirian. Situs ini merupakan bagian dari kompleks percandian yang lebih besar di area pegunungan Walikukun. Terdapat beberapa reruntuhan candi lain di sekitarnya (Candi I, II, III, dan IV) yang menunjukkan bahwa kawasan ini dahulunya merupakan pusat kegiatan spiritual atau tempat pengasingan diri (kadewatan) pada akhir masa Majapahit (abad ke-14 hingga ke-15).

"Berada di sini memberikan sensasi magis. Kita tidak hanya melihat tumpukan batu, tapi merasakan bagaimana masyarakat masa lalu memilih tempat tertinggi untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta," ujar salah satu pengunjung lokal.

Tantangan Menuju Lokasi

Untuk mencapai Candi Dadi, pengunjung harus memiliki stamina yang cukup. Terletak di Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, perjalanan membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 45 menit berjalan kaki menanjak melalui jalan setapak hutan jati.

Meskipun aksesnya menantang, rasa lelah akan terbayar lunas dengan:
  1. Pemandangan Panorama: Dari puncak candi, pengunjung bisa melihat bentang alam Tulungagung dari ketinggian.
  2. Keasrian Alam: Udara yang sejuk dan jauh dari kebisingan kota.
  3. Wisata Edukasi: Mengenal lebih dekat teknik pembangunan batu andesit tanpa semen yang tetap kokoh selama ratusan tahun.
Upaya Pelestarian

Pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung terus berupaya menjaga kelestarian situs ini. Masyarakat dihimbau untuk tetap menjaga kebersihan dan tidak melakukan aksi vandalisme demi menjaga keaslian jejak peradaban besar Nusantara ini.

Bagi Anda yang mencari pengalaman wisata yang berbeda, perpaduan antara petualangan fisik dan penelusuran sejarah, Candi Dadi adalah destinasi yang wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda di Tulungagung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....