Eksotisme Gunung Kaba jadi Buruan Pegiat Trekking
- 08 Apr 2026 07:15 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Rejang Lebong - Gunung Kaba yang terletak di Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan di Sumatra. Gunung ini berjarak sekitar 15 kilometer dari Kota Curup dan banyak diminati wisatawan pecinta alam.
Kawasan Gunung Kaba awalnya merupakan cagar alam yang difungsikan untuk melindungi flora langka seperti Rafflesia arnoldii. Namun, saat ini statusnya telah berubah menjadi Taman Wisata Alam dengan fungsi konservasi yang dinilai mulai menurun.
Dari laman resmi wisata pemkab Rejang Lebong, disebutkan pada tahun 1999, Taman Wisata Alam Bukit Kaba ditetapkan sebagai Important Bird Area (IBA). Penetapan ini menunjukkan pentingnya kawasan tersebut sebagai habitat berbagai jenis burung.
Gunung Kaba memiliki ketinggian sekitar 1.938 mdpl dan dikenal dengan keindahan kawahnya yang unik. Dua kawah utama di puncaknya memiliki warna hijau serta putih kecokelatan yang menjadi daya tarik tersendiri.
Selain itu, gunung ini diyakini memiliki delapan kawah, meskipun sebagian besar tertutup oleh vegetasi. Keindahan puncaknya menjadikan Bukit Kaba populer di kalangan pendaki pemula maupun berpengalaman.
Terdapat dua jalur pendakian yang dapat dipilih oleh wisatawan untuk mencapai puncak. Jalur pertama berupa jalur tanah dengan hutan lebat, sedangkan jalur kedua merupakan jalan beraspal yang kondisinya sudah cukup rusak.
Waktu tempuh menuju puncak Gunung Kaba berkisar antara dua hingga tiga jam perjalanan. Selama pendakian, pengunjung juga berkesempatan melihat satwa liar seperti siamang di habitat aslinya.
Pengelolaan kawasan ini dilakukan oleh Pokdarwis Bukit Kaba yang bekerja sama dengan BKSDA Bengkulu. Organisasi tersebut dikelola oleh masyarakat Desa Sumber Urip sejak tahun 2000.
Selain panorama siang hari, Gunung Kaba juga menawarkan keindahan malam yang memukau. Wisatawan dapat menikmati suasana berkemah dengan langit penuh bintang yang menciptakan nuansa romantis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....