Menelusuri Sumur Jobong: Jejak Otentik Peradaban Majapahit di Jantung Surabaya

  • 23 Mar 2026 22:58 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Di balik deretan rumah padat penduduk di kawasan Pandean, Kelurahan Peneleh, tersembunyi sebuah artefak luar biasa yang mengubah peta sejarah Kota Pahlawan. Sumur Jobong, sebuah sumur kuno yang ditemukan pada tahun 2018, kini menjadi saksi bisu bahwa peradaban Majapahit tidak hanya berpusat di Trowulan, tetapi juga berdenyut kuat di pesisir Surabaya.

Penemuan yang Tak Disengaja

Penemuan ini bermula saat pekerja proyek drainase sedang menggali tanah. Alih-alih menemukan saluran air biasa, mereka justru menemukan susunan bata melingkar yang terkubur di kedalaman sekitar satu meter. Setelah diteliti oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), terungkap bahwa struktur tersebut adalah "Jobong" atau sumur yang dindingnya terbuat dari tembikar tanah liat bakar.

Mengapa Sumur Jobong Begitu Istimewa?

Sumur ini bukan sekadar lubang air biasa. Berikut adalah alasan mengapa penemuan ini dianggap sangat vital bagi sejarah Nusantara:

  • Teknologi Majapahit: Teknik penggunaan jobong (buis beton kuno dari tanah liat) merupakan ciri khas sanitasi canggih era Majapahit pada abad ke-14 hingga ke-15.
  • Bukti Pemukiman: Adanya sumur menunjukkan bahwa kawasan Peneleh sudah menjadi kawasan hunian padat (urban) sejak ratusan tahun lalu.
  • Temuan Tulang Manusia: Di sekitar sumur, ditemukan fragmen tulang manusia. Hasil uji karbon (C-14) di Australia menunjukkan bahwa tulang tersebut berasal dari sekitar tahun 1430-an, selaras dengan masa kejayaan hingga akhir Majapahit.
  • Hubungan Internasional: Di lokasi yang sama, ditemukan pula pecahan keramik dari Dinasti Ming, membuktikan adanya aktivitas perdagangan internasional di wilayah tersebut.

"Sumur Jobong adalah bukti bahwa Surabaya bukan sekadar kota bentukan kolonial Belanda, melainkan kota tua yang sudah mapan sejak era kerajaan Nusantara."

Menjadi Destinasi Wisata Sejarah

Kini, Pemerintah Kota Surabaya telah menetapkan Sumur Jobong sebagai Situs Cagar Budaya. Situs ini dikelola dengan apik, dilindungi oleh kaca transparan agar pengunjung bisa melihat langsung strukturnya tanpa merusaknya. Lokasi ini menjadi daya tarik utama dalam paket wisata Heritage Peneleh, bersanding dengan Rumah Kelahiran Bung Karno dan HOS Tjokroaminoto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....