Destita: Sunan Boonapel-Kebun Jeruk Suku Menanti Rekomendasi Wisata Tahun Baru
- 31 Des 2025 15:50 WIB
- Bengkulu
KBRN, Rejang Lebong : Anggota DPD RI/MPR RI apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M. merekomendasikan kawasan agrowisata Sunan Boonapel dan Kebun Jeruk Suku Menanti di Kecamatan Sindang Dataran, Kabupaten Rejang Lebong, menjadi tujuan wisata libur Tahun Baru 2026.
Destita menilai kedua lokasi tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata keluarga berbasis pertanian, sekaligus mampu mendorong perekonomian masyarakat lokal. Selain mudah dijangkau, daya tarik utama wisata ini adalah pengalaman memetik buah langsung dari kebun dengan suasana alam yang sejuk.
Sunan Boonapel atau kebun apel yang berada di Desa IV Suku Menanti memiliki luas lahan sekitar satu hektare dengan lebih dari 1.000 batang pohon apel dari berbagai varietas. Kehadiran kebun ini memberikan alternatif wisata unik, karena masyarakat dapat menikmati wisata petik apel tanpa harus berkunjung ke luar daerah seperti Malang.
Pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp15.000 per orang dan dapat memetik apel langsung dari pohon dengan pendampingan pekerja kebun. Terdapat empat varietas apel yang dibudidayakan, yakni varietas Ana, Wang Lin, Lahor, dan varietas lainnya. Apel yang telah dipetik kemudian ditimbang oleh petugas dengan harga Rp35.000 per kilogram sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan budidaya kebun apel.

Selain kebun apel, Destita juga merekomendasikan Kebun Jeruk milik Tarmono yang berlokasi di Desa Empat Suku Menanti. Kebun jeruk seluas satu hektare ini telah menjadi salah satu objek agrowisata favorit masyarakat dan wisatawan karena lokasinya yang berada di jalur utama desa.
Setiap pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp15.000 per orang dan diperbolehkan memetik jeruk langsung dari kebun, dengan harga jeruk Rp15.000 per kilogram sesuai berat yang dipetik.
Untuk menambah kenyamanan pengunjung, pengelola kebun jeruk telah menyediakan pondok peristirahatan dan pojok kopi. Fasilitas tersebut memungkinkan pengunjung bersantai sambil menikmati jeruk segar dan minuman hangat di tengah suasana kebun.
Destita berharap kedua destinasi agrowisata ini dapat terus dikembangkan dan dipromosikan sebagai ikon wisata Rejang Lebong, khususnya untuk menyambut lonjakan kunjungan wisatawan pada libur Tahun Baru 2026. Menurutnya, penguatan wisata berbasis potensi lokal akan memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....