Riza Damanik: Transformasi UMKM Dipercepat Lewat SAPA UMKM

  • 19 Nov 2025 10:13 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan pentingnya digitalisasi dan pendampingan terpadu untuk mendorong pelaku usaha mikro naik kelas sekaligus menguatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, M. Riza Damanik, mengatakan 99 persen unit usaha di Indonesia merupakan UMKM sehingga berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja hingga 97 persen dan sekitar 60 persen terhadap ekonomi nasional.

Dengan jumlah UMKM yang ditaksir mencapai 56,15 juta per Desember 2024, Riza menilai mayoritas masih berada pada kategori usaha mikro dan membutuhkan pendampingan intensif.

“Pendampingan sangat penting untuk membantu pengusaha usaha mikro meningkatkan produktivitas sehingga berdampak pada perbaikan kesejahteraan,” ujarnya, saat diwawancarai usai Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Sport Center Pantai Panjang Bengkulu, Selasa (18/11).

Ia menekankan bahwa transformasi dari sektor informal ke formal menjadi prioritas melalui instrumen SAPA UMKM. “Kementerian UMKM menyiapkan SAPA UMKM sebagai instrumen yang memastikan proses transformasi usaha bisa terwujud,” tambahnya.

Riza juga menyampaikan perkembangan penyempurnaan SAPA UMKM yang menjadi basis integrasi data dan strategi penguatan UMKM nasional. “Insya Allah akhir tahun ini progresnya sudah bisa dilihat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Bengkulu merupakan contoh nyata pentingnya kerja bersama. “UMKM tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri. Perlu kolaborasi. Presiden dan Menteri selalu mengingatkan pentingnya agenda bersama seperti ini.”

Provinsi Bengkulu dipilih sebagai salah satu dari 12 provinsi prioritas karena memiliki potensi sumber daya unggulan dan kualitas produk yang baik. Namun, Riza menyoroti tantangan bahwa sebagian besar UMKM di Bengkulu belum memiliki legalitas dan sertifikasi.

“Melalui festival ini kita dorong percepatan legalisasi, sertifikasi, dan perluasan akses pasar bagi UMKM. Dari 1.200 peserta hari ini, 97 persen adalah perempuan. Ini menunjukkan potensi ekonomi keluarga dan perempuan yang sangat besar,” jelasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....