Hari Radio ke-81: Catatan Mantan Penyiar Pro 1 untuk Angkasawan

  • 09 Sep 2026 14:11 WIB
  •  Bengkulu

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Penulis: Nanda Veronica, S.Sos., M.I.Kom.

Penulis adalah pendengar setia RRI Bengkulu, Pranata Humas Pemerintah Kota Bengkulu, Alumni Universitas Bengkulu, dan Tutor Universitas Terbuka.

SIAPA yang tidak kenal RRI? Pada zaman kakek dan nenek kita dahulu, radio merupakan salah satu media yang paling dikenal dan digemari. Jauh sebelum era telepon pintar, internet cepat, dan media sosial merajai kehidupan, radio merupakan media yang begitu populer dan bergengsi, terutama sejak zaman baby boomers.

Pada masa itu, radio, khususnya RRI, ibarat "jendela dunia" yang sangat mewah. Suara statis dari pemancar radio tabung atau radio transistor menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Keluarga berkumpul di ruang tamu setiap malam, sementara kedai kopi di pinggir jalan, angkot, bus antarkota, hingga rumah-rumah pondok perkebunan yang terisolasi, senantiasa memutar radio sebagai sumber informasi sekaligus hiburan.

Tanggal 11 September 2026 menandai momentum bersejarah bagi dunia penyiaran tanah air. Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) telah berusia 81 tahun. Dengan mengusung tema nasional "Suara Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", perayaan Hari Radio Nasional tahun ini menjadi momentum refleksi atas dedikasi tanpa batas yang telah melintasi berbagai generasi dan turut merawat keutuhan informasi di pelosok negeri.

Mulai dari menanti sandiwara radio legendaris, mendengarkan warta berita resmi pemerintah, berkirim salam sambil menikmati siaran musik daerah yang menjadi satu-satunya hiburan pembunuh sepi, hingga mengikuti berbagai informasi aktual, RRI bukan sekadar media massa. RRI adalah bagian dari denyut nadi sejarah, perekat persatuan, sekaligus saksi bisu bagaimana bangsa ini tumbuh.

Memori kolektif itulah yang terus dibawa oleh RRI Bengkulu hingga hari ini, merawat tradisi kedekatan emosional yang tidak akan pernah sepenuhnya bisa ditiru oleh algoritma modern mana pun.

Bagi masyarakat Bengkulu, detak jarum jam dan sapaan hangat penyiar dari frekuensi radio bukan sekadar pengisi kesunyian atau teman dalam perjalanan. Di balik suara yang jernih dan informasi yang aktual, ada perjuangan luar biasa dari para angkasawan dan angkasawati RRI Bengkulu yang bekerja di balik layar maupun di depan mikrofon.

Saya bangga sekali pernah menjadi bagian dari keluarga besar RRI. Saya pernah duduk di belakang mixer dan menyapa pendengar sebagai Announcer Pro 1 RRI Bengkulu pada Juni 2007 hingga April 2009.

Saya tahu betul bahwa menjadi bagian dari RRI bukanlah sekadar pekerjaan profesional. Ini adalah tentang pengabdian dan panggilan jiwa.

Saya merekam dengan jelas suka duka menjadi seorang angkasawan. Mulai dari keharusan tetap ceria menyapa pendengar pada waktu subuh saat kelopak mata masih berat; tampil paripurna sekalipun dalam keadaan kurang sehat atau emosi sedang tidak stabil; tuntutan menjaga artikulasi dan penggunaan bahasa yang prima sejak sebelum matahari terbit hingga tengah malam ketika siaran ditutup; mengawal siaran tanggap darurat saat bencana alam melanda; menyampaikan berita duka kepada pendengar; hingga menghadapi dinamika layanan telepon interaktif dari berbagai pelosok desa.

Di balik sekat-sekat ruang siaran dan ruang produksi, ada keringat, waktu bersama keluarga yang tersita, serta dedikasi tinggi yang sering kali luput dari pandangan pendengar di rumah.

Oleh karena itu, di momen bertambahnya usia RRI yang ke-81 ini, dari lubuk hati yang paling dalam, saya ingin mengucapkan:

"Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 untuk Radio Republik Indonesia! Apresiasi tertinggi dan rasa hormat saya haturkan kepada seluruh Angkasawan dan Angkasawati RRI Bengkulu yang tanpa lelah terus menenun kebersamaan dan mengedukasi pendengar setianya dari masa ke masa."

Zaman boleh berubah menjadi serba digital. Namun, kedekatan emosional dan ruh perjuangan yang dimiliki RRI tidak akan pernah bisa digantikan oleh algoritma apa pun.

Untuk seluruh rekan sejawat, para senior, dan penerus estafet perjuangan di Bumi Rafflesia, teruslah menjadi teladan dalam menghadirkan informasi yang sehat, berimbang, dan independen bagi publik.

Selamat ulang tahun, RRI Bengkulu.

Rumah belajar dan tempat mengabdi tempat saya pernah tumbuh.

Sekali di Udara, Tetap di Udara!

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....