Banjir Tanjung Agung yang Tak Kunjung Teratasi
- 11 Mei 2026 08:16 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Peristiwa banjir di kawasan Tanjung Agung kembali menarik perhatian warga. Banjir yang terus melanda sejumlah wilayah di Kota Bengkulu membuat masyarakat mempertanyakan penanganan yang sudah dilakukan selama ini.
Sejumlah jalan memang telah ditinggikan agar tidak mudah tergenang saat hujan deras turun. Namun kenyataannya, air masih sering meluap dan menghambat aktivitas warga sehari-hari.
Pintu air bahkan sudah diperlebar. Disertai dengan adanya kolam kecil untuk penampungan air.
Namun., di beberapa lokasi, genangan air bahkan masuk ke dalam rumah penduduk. Kondisi tersebut membuat warga harus menghadapi kerugian setiap kali hujan dengan intensitas tinggi terjadi.
Peninggian jalan dianggap belum menjadi jawaban utama untuk mengatasi banjir. Langkah itu hanya mengurangi genangan di badan jalan tanpa menyelesaikan penyebab utama banjir.
Bahkan, ada pemukiman warga yang posisinya kini lebih rendah dibandingkan jalan. Akibatnya, air menjadi lebih mudah masuk ke rumah ketika hujan deras mengguyur.
Permasalahan banjir salah satunya disebabkan saluran air yang tidak bekerja secara maksimal. Banyak parit dan selokan dipenuhi sampah serta lumpur sehingga aliran air tersendat.
Saat hujan turun dengan curah tinggi, air tidak dapat mengalir dengan baik menuju sungai. Akibatnya, air meluap ke jalan dan menggenangi kawasan permukiman warga.
Berkurangnya daerah resapan air juga membuat kondisi banjir semakin parah. Banyak lahan terbuka berubah menjadi bangunan dan permukaan semen yang sulit menyerap air hujan.
Keadaan tersebut menyebabkan air lebih cepat terkumpul di permukaan tanah. Genangan pun muncul dalam waktu singkat ketika hujan deras berlangsung cukup lama.
Tingginya curah hujan dalam beberapa bulan terakhir semakin meningkatkan potensi banjir di Bengkulu. Selain itu, sungai yang dangkal membuat kapasitas penampungan air menjadi berkurang.
Kurangnya perawatan saluran air juga menjadi faktor yang memperburuk keadaan. Ketika hujan deras terjadi, air lebih mudah meluap ke lingkungan tempat tinggal warga.
Karena itu, penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan peninggian jalan. Pemerintah perlu melakukan perbaikan saluran air dan membersihkan parit secara rutin.
Normalisasi sungai juga perlu dilakukan agar aliran air menjadi lebih lancar. Selain itu, kawasan resapan air harus tetap dijaga supaya genangan dapat dikurangi.
Penataan kawasan permukiman menjadi langkah penting untuk mendukung pengendalian banjir. Dengan tata lingkungan yang baik, aliran air dapat berjalan lebih teratur saat hujan turun.
Masyarakat juga memiliki tanggung jawab dalam membantu mencegah banjir. Kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan perlu terus ditingkatkan oleh seluruh warga.
Kebiasaan membuang sampah sembarangan harus dihentikan agar saluran air tidak tersumbat. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengurangi risiko banjir.
Jika penanganan dilakukan secara serius dan berkelanjutan, banjir tahunan di Bengkulu diharapkan dapat berkurang. Dengan begitu, aktivitas dan kehidupan warga tidak lagi terganggu setiap musim hujan tiba.

*Penulis artikel ini ada Mela Setiawati, aktivis kampus UINFaS Bengkulu, jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam.
disclaimer: Semua pandangan yang diungkapkan di artikel ini adalah pendapat pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan RRI Bengkulu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....