Water Break dalam Sepak Bola, Begini Aturan yang Berlaku di Piala Dunia 2026
- 16 Jun 2026 12:41 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Dalam sepak bola modern, water break biasanya diterapkan saat suhu dan tingkat kelembapan berada pada kondisi yang berisiko. Aturan ini menjadi semakin relevan karena Piala Dunia 2026 digelar di tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, yang memiliki variasi cuaca cukup beragam.
Ketika pertandingan berlangsung dalam suhu tinggi, tubuh pemain kehilangan cairan melalui keringat. Jika tidak segera diganti, kondisi tersebut dapat menurunkan performa dan meningkatkan risiko kelelahan akibat panas.
Menurut FIFA, cooling break dapat diberikan apabila kondisi cuaca mencapai tingkat risiko tertentu berdasarkan pengukuran suhu lingkungan dan indeks panas. Kebijakan ini dibuat untuk melindungi pemain, ofisial pertandingan, dan seluruh pihak yang terlibat di lapangan.
Dalam jeda singkat tersebut, pemain biasanya memanfaatkan waktu untuk minum air atau minuman elektrolit. Tim pelatih juga sering menggunakan kesempatan itu untuk memberikan arahan taktik secara cepat kepada para pemain.
Menurut World Health Organization, menjaga hidrasi selama aktivitas fisik sangat penting untuk membantu tubuh mengatur suhu dan mempertahankan fungsi organ dengan baik. Kekurangan cairan dapat menyebabkan penurunan konsentrasi, kram otot, hingga gangguan kesehatan yang lebih serius.
Pendapat serupa disampaikan oleh Michael Bergeron, pakar fisiologi olahraga dan hidrasi yang banyak meneliti dampak panas terhadap atlet. Ia menjelaskan bahwa pemberian kesempatan minum secara teratur dapat membantu atlet mempertahankan performa dan mengurangi risiko gangguan akibat cuaca panas.
Bagi penonton, water break mungkin terlihat seperti jeda biasa di tengah pertandingan. Namun bagi para pemain yang berlari selama 90 menit, beberapa teguk air dapat menjadi faktor penting untuk menjaga kondisi hingga peluit akhir berbunyi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....