Sosok Inilah yang Mengusulkan Aturan Tendangan Penalti karena Sering Dicurangi
- 15 Jun 2026 17:31 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Hari ini, tendangan penalti dianggap sebagai salah satu momen paling menegangkan sekaligus dramatis dalam sepak bola. Sebuah eksekusi satu lawan satu dari jarak 11 meter (12 yard) yang bisa menentukan nasib sebuah trofi.
Namun, siapa sangka bahwa pada awal kemunculannya, aturan ini sempat ditolak mentah-mentah karena dianggap sebagai penghinaan terhadap kehormatan para pemain. Bagaimana sebenarnya drama titik putih ini bermula? Berikut adalah sejarah lengkap asal-usul tendangan penalti yang mengubah wajah sepak bola modern selamanya.
Berawal dari Ide Seorang Kiper Asal Irlandia Utara
Pada akhir abad ke-19, sepak bola di Britania Raya masih diidentikkan dengan permainan para pria terhormat (gentlemen). Saat itu, ada sebuah keyakinan moral bahwa tidak akan ada pemain yang dengan sengaja bermain kasar atau melakukan kecurangan di dekat gawangnya sendiri.
Jika terjadi pelanggaran, hukumannya hanyalah tendangan bebas tidak langsung. Namun, realitas di lapangan berkata lain. Permainan menjadi semakin kompetitif dan fisik.
Melihat celah tersebut, seorang pria bernama William McCrum mengajukan sebuah gagasan revolusioner pada tahun 1890. McCrum bukan orang sembarangan; ia adalah seorang pengusaha tekstil sekaligus penjaga gawang untuk klub Milford FC di Irlandia Utara.
Sebagai seorang kiper, McCrum kerap menyaksikan betapa tidak adilnya ketika penyerang lawan sengaja dijatuhkan atau bola sengaja dihalau dengan tangan oleh bek tepat di garis gawang, namun hukuman yang diberikan terlalu ringan. Ia mengusulkan aturan bernama "Death Penalty" (Hukuman Mati), sebuah tendangan bebas langsung ke arah gawang dari jarak 12 yard yang hanya dihadapi oleh kiper lawan tanpa pagar betis.
Sempat Ditolak dan Dianggap Menghina Kaum "Gentlemen"
Ketika McCrum membawa ide ini ke Asosiasi Sepak Bola Irlandia (IFA), dan kemudian diteruskan ke Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB), publik sepak bola Inggris justru mencemoohnya.
Media-media olahraga saat itu menyebut usulan McCrum sebagai "the Irishman's motion" (mosi orang Irlandia) yang dianggap konyol. Bahkan, para pemain dari klub amatir terkemuka saat itu, Corinthian FC, menolak keras.
Bagi mereka, asumsi bahwa seorang pemain sepak bola akan sengaja melakukan pelanggaran demi mencegah gol adalah penghinaan terhadap nilai-nilai sportivitas pria terhormat. Selama hampir satu tahun, draf aturan ini mengendap tanpa kejelasan.
Insiden FA Cup 1891: Titik Balik yang Mengubah Sejarah
Pandangan skeptis publik Inggris mendadak runtuh akibat dua insiden fatal yang terjadi berturut-turut pada awal tahun 1891.
- Februari 1891 (Perempat Final FA Cup): Pertandingan antara Stoke City dan Notts County. Di menit-menit akhir, seorang pemain bertahan Notts County dengan sengaja menepis bola yang hampir masuk ke gawang menggunakan tangannya. Berdasarkan aturan lama, Stoke hanya mendapat tendangan bebas tidak langsung di depan gawang. Pemain Notts County langsung menumpuk di garis gawang membentuk pagar betis, dan gol pun gagal tercipta. Stoke tersingkir.
- Maret 1891 (Perempat Final FA Cup Lainnya): Kejadian serupa terulang dalam laga Hearts melawan East Stirlingshire di Skotlandia, di mana pemain bertahan sengaja melakukan pelanggaran kasar untuk menghentikan bola di garis gawang.
Dua drama memuakkan ini menyadarkan dunia bahwa regulasi sepak bola saat itu melegalkan kecurangan. IFAB akhirnya tersadar bahwa mereka membutuhkan hukuman yang jauh lebih tegas.
Peresmian Aturan dan Evolusinya
Pada tanggal 2 Juni 1891, dalam pertemuan resmi IFAB di Alexandra Hotel, London, aturan tendangan penalti resmi diadopsi ke dalam Laws of the Game sebagai Aturan No. 13. Pada versi awal tahun 1891, bentuk penalti sedikit berbeda dengan yang kita kenal sekarang:
- Belum ada titik penalti spesifik; bola boleh diletakkan di mana saja di sepanjang garis 12 yard dari gawang.
- Belum ada kotak penalti (garis batas 18 yard). Penalti diberikan jika pelanggaran terjadi dalam jarak 12 yard dari garis gawang.
- Penjaga gawang diizinkan maju hingga jarak 6 yard dari gawang sebelum bola ditendang.
Kotak penalti dan titik putih 11 meter yang kita lihat hari ini baru distandardisasi pada tahun 1902 untuk memberikan batas wilayah yang lebih jelas bagi wasit.
Sumber:
Untuk menjaga akurasi berita, berikut adalah sumber sejarah yang melandasi artikel di atas:
- Arsip Resmi FIFA (FIFA.com): Menyatakan bahwa penalti lahir karena tensi pertandingan sepak bola akhir abad ke-19 meningkat drastis, meruntuhkan asumsi awal bahwa "it was unthinkable that a foul would be deliberately committed" (mustahil ada pelanggaran yang dilakukan sengaja).
- International Football Association Board (IFAB) Minutes 1891: Catatan resmi tertanggal 2 Juni 1891 yang mensahkan regulasi penalti pertama kali di dunia sepak bola modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....