Melihat Peninggalan Aksara Ulu di Museum Negeri Bengkulu

  • 13 Sep 2024 14:02 WIB
  •  Bengkulu

KBRN,Bengkulu : Aksara Ulu merupakan salah satu warisan budaya leluhur masyarakat Bengkulu yang kini mulai menghadapi tantangan besar ditengah berkembangnya teknologi dan globalisasi. Hal tersebut karena aksara kuno di zaman sekarang ini kurang dikenal dan jarang digunakan, terutama pada generasi muda.

Aksara sejak awal berkembang pada masyarakat suku serawai, rejang dan berbagai suku lainnya. Terdapat beberapa media yang menjadi media tulis naskah kuno ini seperti, bambu, bila bambu, tanduk, kulit kayu, rotan dan lainnya.

Heri Sukoco selaku kasi koleksi di Museum Bengkulu mengatakan Beberapa naskah aksara ulu yang menjadi koleksi museum bengkulu yaitu suku rejang dan serawai seperti media tulis pada bambu, tanduk dan kulit kayu yang berisikan tentang pengobatan, mantra dan sebagainya. Meskipun Aksara ulu ini memiliki nilai budaya yang sangat tinggi namun tidak banyak masyarakat yang memahami bahkan mampu menuliskannya.

Berbagai upaya pelestarian telah dilakukan seperti di daerah kepahiang salah satunya menerbitkan buku Aksara ulu dengan judul Standardisasi Aksara Ulu Rejang Musi Kabupaten Kepahiang, dan terdapat juga buku muatan lokal dari beberapa Seri. "Pelestarian ini sudah ada di kepahiang yaitu menerbitkan buku Aksara Ulu dan ingin diajarkan disekolah, namun saya belum tahu apakah itu sudah dimasukan ke kurikulum sekolah muatan lokalnya itu saya belum tahu," ucap Heri (13/9/2024).

Hal tersebut menjadi sebuah kebanggaan bagi Bengkulu karena tidak semua daerah mempunyai huruf kuno atau Aksara Ulu yang sebelumnya lebih dikenal dengan sebutan Ka Ga Nga. "Harapan kami kita mulai melestarikan lagi bisa dari belajar memahami, menulis seperti nama jalan, surat dan membangkitkan rasa ingin mempelajari Aksara Ulu," tambah Heri. (el/rj)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....