Petani Karet Dihimbau Jaga Kualitas Hasil Sadapan

  • 27 Mei 2024 08:38 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Petani karet di Bengkulu dihimbau untuk menjaga kualitas getah karet. Pasalnya memasuki musim penghujan kualitas getah karet sering menurun.

Sub Koordinator Pemasaran Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu Yuhan Syahmeri mengatakan jika saat ini harga getah karet sedang membaik. Jika biasanya harga getah maksimal 6-7 ribu Rupiah per kilogram kini naik menjadi 10 ribu per kilogram.

Apapun penjagaan kualitas yang dimaksud adalah menjaga getah tetap bersih, atau tidak terlalu kotor. Selain itu mencegah adanya benda lain selain getah karet yang bercampur, seperti tanah, kerikil atau lainnya.

Petani karet Bengkulu Utara Subandino mengakui jika harga karet yang sedang membaik membuat petani lebih bergairah untuk menyadap getah. Dibandingkan sebelum saat harga getah sangat murah, bahkan banyak pengepul istirahat membeli getah karet dari petani kala itu.

Namun, ia mengakui jika ada saja petani yang agak nakal. Mereka menaruh kerikil hingga tanah, agar menambah volume atau berat getah.

"Kalo di tempat kita ini sesekali ada ketemu, ada batu kerikil. Tapi nggak separah seperti berita-berita karet isi batu yang banyak di daerah Jawa itu," kata Subandino.

Hal itu katanya, biasanya dilakukan oleh penyadap getah nakal. Namun, saat ini di Bengkulu hal itu masih bisa diatasi.

Perihal kualitas getah karet kotor katanya, akibat kondisi jalan menuju kebun karet yang masih buruk. Nyaris, semua jalan menuju wilayah kebun karet di Bengkulu, khususnya di Bengkulu Utara, Mukomuko, dan lainnya kata Subandino merupakan tanah kuning.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....