Tokoh Rejang: Pemda Harus Lestarikan Nasi Ibet

  • 14 Mei 2024 12:21 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Nasi ibet sebagai tradisi kuliner masa lampau ujar tokoh masyarakat Rejang Amin Sarhami sudah tidak lagi pernah terlihat. Nasi ibet yakni nasi yang dibungkus daun pisang bahkan tak pernah lagi terlihat.

Namun kata Amin, di Bengkulu Selatan nasi ibet disebut dengan nasi ibat sampai saat ini masih mudah ditemukan.

Pelaku perjalanan dan wisatawan bahkan menjadikan kawasan kuliner nasi ibet di Bengkulu selatan sebagai tujuan. Disana wisatawan bisa menikmatai sajian khas lokal Bengkulu Selatan, seperti ikan mungkus, pendap, gulai keladi, gulai lepang, ikan dan lainnya.

Ia menyebut mengapresiasi upaya pemda melakukan pelestarian nasi ibet dengan lomba pembuatan nasi ibet saat HUT Curup tahun ini. Namun, akan lebih baik jika budaya lokal itu dijaga bahkan diluar situasi ulang tahun daerah.

Satu upaya yang dilakukan adalah meniru Bengkulu Sekatan dengan menyediakan sentra kuliner nasi ibet. Disana warga bisa merasakan langsung nasi ibet khas Rejang, dengan lauk khas suku Rejang, seperti lemea, tempuyak, sambal ujak, dan lainnya.

Sehingga, nasi ibet Rejang juga bisa seterkenal dengan nasi ibat Bengkulu Selatan. Sekaligus menjadi ikon yang kembali populer.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....