Pemerintah Provinsi Bengkulu akan Revitalisasi Mess Pemda dengan APBD

  • 18 Apr 2024 23:52 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Revitaliasi dan pengelolaan Mess Pemda di Kelurahan Malabero Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu, menjadi salah satu fokus Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah di akhir masa jabatan jabatannya tahun ini.

Secara khusus, dirinya meminta agar pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, melakukan perbaikan aset daerah yang sejak lama terbengkalai tidak termanfaatkan sejak awal dibangun.

Bahkan menurut Gubernur Rohidin, berulangkali Pemerintah Provinsi Bengkulu mengundang investor untuk melakukan pengelolaan gedung dengan kapasitas 40 kamar itu, namun sampai saat ini belum ada yang benar-benar berminat berinvestasi.

“Dengan adanya Mess Pemda yang sudah terbengkalai cukup lama, kita sudah menawarkan pada investor bahkan sudah puluhan yang datang. Tapi sampai hari ini belum satupun yang mengeksekusi sampai keputusan akhir terkait investasi dalam bentuk kerjasama,” ujar Gubernur, Rohidin Mersyah saat halal bihalal Idul Fitri beberapa waktu lalu.

Dengan kondisi minat investor yang rendah terhadap pengelolaan aset itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu dikatakan Gubernur memutuskan untuk merehab dan merevitaliasi bangunan itu menggunakan APBD.

Terkait dengan instruksi tersebut, Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso menyampaikan untuk revitaliasi mess pemda dan penataan kawasan sekitar pihaknya akan menggandeng konsultan sehingga dari sisi kemanfaatan akan lebih baik kedepannya.

“Kita coba pakai konsultan yang lebih bagus, supaya itu lebih bermanfaat kedepannya. Karena beberapa investor yang mau masuk, terkendala dengan sarana yang harus diperbaiki lagi sehingga cost (biaya) lebih besar. Jadi perintah Gubernur kita lakukan dengan APBD,” jelas Tejo Suroso.

Untuk revitaliasi gedung tersebut, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp40 miliar untuk pembangunan fasilitas pendukung mulai dari pagar, taman, aula dan kamar serta jaringan listrik.

Untuk pembangunan kamar, dikatakan Tejo kemungkinan akan dilakukan penambahan dari jumlah dari saat ini 40 kamar akan ditambah 60 kamar lagi.

“Kita akan meminta konsultan yang layak di Jakarta yang berskala nasional, karena selama ini kan kita gunakan konsultan lokal. Kita akan minta konsultan untuk menilai layaknya gedung ini dibangun seperti apa supaya lebih menarik bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Sementara menjawab realisasi penganggaran, menurut Tejo Suroso untuk tahun 2024 ini baru sebatas pembiayaan untuk konsultan dan melakukan review terhadap kebutuhan pembangunan. Dan untuk alokasi pembangunan fisik, akan dianggarkan di APBD Provinsi Bengkulu tahun 2025.

“Kita akan konsultankan dulu dan kita review ulang, di APBD Perubahan 2024. Pelaksanaan di 2025,” tutupnya. (Lns)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....