Masjid Jamik Bengkulu Memerlukan Perhatian Pemda
- 06 Agt 2023 14:04 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu : Masjid Jamik, sebuah monumen bersejarah yang menjadi cagar budaya berharga bagi Kota Bengkulu, kini tengah meratap dalam keheningan.
Kubah-kubahnya megah dan arsitektur yang anggun telah menyaksikan perjalanan waktu dan berbagai peristiwa penting sepanjang sejarah.
Namun, ironisnya, keindahan dan warisan budaya ini terlihat semakin memudar, akibat minimnya perhatian dari pihak pemerintah.
Lailatul khodri sebagai Ketua Badan Kesejahteraan Masjid Jamik mengatakan, maskid ini merupakan masjid turun temurun dari yang terdahulu. Dimana Masjid Jamik ini sebenarnya Surau Lamo sudah berdiri sejak 1826 silam, dan sekarang ini dijadikan Masjid Jamik sebagai masjid cagar budaya.
Mengingat surau pada waktu itu sudah di renovasi oleh Bung Karno pada waktu pengasingan 1938 di Bengkulu lalu, dan juga merombak surau ini menjadi masjid yang lebih besar lagi, sampai saat ini sangat bermanfaat bagi warga kota Bengkulu pada khususnya.
“Jika menyangkut Masjid Jamik ini di jadikan cagar budaya, karena peninggalan dari poklamator yang pada intinya cagar budayanya tinggal fisik yang ada di bangunan. Bahkan yang di luar itu sudah di rombak semuanya. tepatnya sebelum keluarnya Undang-Undang 2010 No11 tentang cagar budaya tersebut. Tetapi kalau sekarang fisik badannya sudah dilindungi, sehingga masjid ini masih tetap utuh dan juga keunikannya mempunnyai mimbar yang benar-benar dikatakan mimbar,” jelasnya pada Jumat, (4/8/2023)
Untuk kegiatan Masjid Jamik sendiri mempunyai majlis ta`lim, majlis Taslim ibu-ibu dan saraful anam. Hanya saja sebelum covid, diakui, rutin setiap malam setelah sholat Magrib di isi dengan pengajian dan ceramah agama yang ustad nya selalu bergantian. Sedangkan setelah wabah covid, terhenti sampai sekarang dan belum terlaksanakan lagi.
Meski demikian setiap hari besar agama Islam, pihaknya tetap memperingati seperti 1 muharram, maulid nabi, isra`mi`raj.
“Rencananya kita akan melaksanakan lagi dalam rangka memulihkan ekonomi dilingkungan masjid ini sendiri. Mengingat sekarang ini sangat susah dan sulit. Namun jika pertolongan nya banyak, hasilnya bisa disimpan di kas,” katanya.
Kendati demikian ia berharap kedepannya ada partisipasi dari masyarakat, karana Masjid Jamik ini tidak ada bantuan dari Pemda Kota. baik Dai, guru Ngaji, Ustad ataupun Imam masjid tidak pernah mendapatkan bantuan.
“Harapan kita saat ini hanya dari masyarakat yang mempunyai rezeki lebih untuk bersedah di Masjid Jamik kita,” terangnya.
Dibagiann lain Ilham salah seorang jama'ah, mengaku baru sholat di masjid ini sebanyak 3kali, namun sudah merasakan kekhasannya dan berharap tempat yang sudah bagus ini dipertahankan.
(Penulis : Rizki Mahasiswa Magang UINFAS Bengkulu)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....