Keluh Kesah Pedagang Kaki Lima di Pasar Minggu Kota Bengkulu

  • 12 Jul 2023 11:01 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu : Ibu Andre, seorang penjual minuman gerobak sudah selama 15 tahun menjalani profesinya di pasar Minggu Baru, Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu.

Pada saat diwawancarai pada Selasa, (12/7/2023) pagi, Ibu Andre menyampaikan keluh kesahnya sebagai pedagang kaki lima.

Dimana sebelumnya sempat berjualan gorengan selama beberapa tahun, di karenakan sepi nya pembeli mengharuskan untuk memutar otak agar bisa menarik pelanggan. Hingga jatuh pilihannya untuk beralih menjual aneka minuman di gerobak.

“Di tengah ramainya pasar, menjadi keuntungan baginya, karena banyak pelanggan yang datang membeli, meski penghasilannya yang tak menentu setiap hari,” katanya.

Ibu dengan muka caby ini mengaku, dari hasil berjualannya dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari, dan anaknya yang masih sekolah dasar.

Apalagi suaminya yang berprofesi sebagai supir angkot, terkadang juga ikut membantunya berjualan, lantaran sepinya penumpang di karenakan zaman semakin canggih dan modern banyak orang yang lebih memilih memesan taksi atau ojek online lewat aplikasi, sehingga hal itu lah yang membuatnya harus turut mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan hidup.

“Alhamdulillah, suami saya juga ikut membantu berjualan, karena profesinya sebagai tukang ojek sepi penumpang,” ujarnya.

Perempuan hitam manis ini juga menyampaikan, di balik berjualan menggunakan gerobak ini sering kali ada penertiban pedagang tanpa pemberitahuan yang dilakukan Satpol PP, sehingga membuat dirinya bersama penjual lainya terkejut. Bahkan tak jarang terjadi bentrok antara pedagang dan aparat yang menjadikan suasana pasar menjadi ricuh yang menimbulkan kepanikan.

“Ketika ada penertiban sering timbul sedih kami, karena hidup dengan berjualan, jika ditertibkan dan tidak bisa berjualan, bagaimana kami memenuhi kebutuhan anak-anak,” ceritanya.

Lebih lanjut perempuan berhijab ini menuturkan terkadang cuaca yang tidak menentu juga menjadi penghambat untuk mencari rezeki. Bahkan ketika hujan sekalipun mengharuskannya tetap pergi ke pasar agar tetap mendapatkan pemasukan.

“Kami sebagai orang kecil berharap kepada pihak yang berwenang untuk memberikan perhatian lebih kepada rakyat biasa sepertinya, Karena untuk memenuhi kebutuhan hidup kami dan pedagang lainnya hanya berharap dari sumber penghasilan berjualan sehari-hari seperti ini,” tutupnya.

(Agung Herlambang- Mahasiswa Magang UIN FAS Bengkulu)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....