UNIB Targetkan 50 Persen Program Studi Terakreditasi Unggul pada 2029
- 06 Okt 2026 15:44 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Universitas Bengkulu (UNIB) menargetkan 50 persen dari total program studi yang dimiliki telah meraih akreditasi unggul atau baik pada 2029. Target tersebut menjadi bagian dari upaya UNIB meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat daya saing perguruan tinggi.
Rektor UNIB Bengkulu Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si mengatakan, saat ini sekitar 45 persen dari program studi yang ada telah meraih akreditasi unggul. Capaian tersebut meningkat sekitar 12 persen dibandingkan kondisi tahun sebelumnya yang berada di kisaran 33 persen.
Menurutnya, peningkatan tersebut terus dilakukan meski jumlah program studi UNIB juga bertambah. Saat ini UNIB telah memiliki 87 program studi, termasuk sejumlah program studi baru yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tinggi di Bengkulu.
Selain akreditasi, UNIB juga menargetkan peningkatan peringkat dalam pemeringkatan publikasi internasional. Pada 2026, posisi UNIB dalam pemeringkatan tersebut meningkat dari peringkat 66 menjadi 46 di Indonesia.
Rektor menjelaskan, pemeringkatan tersebut berkaitan dengan kinerja publikasi ilmiah, termasuk publikasi hasil penelitian yang dilakukan para dosen. Karena itu, UNIB akan terus mendorong peningkatan jumlah dan kualitas publikasi akademik.
Di sisi lain, UNIB kini telah membuka Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau spesialis kandungan. Program tersebut menjadi pilihan baru bagi dokter di Bengkulu yang ingin melanjutkan pendidikan spesialis tanpa harus keluar daerah.
"Untuk angkatan pertama, daya tampung program spesialis kandungan masih dibatasi tiga mahasiswa. Pembatasan dilakukan dengan mempertimbangkan ketentuan akreditasi serta kesiapan fasilitas dan jejaring rumah sakit yang menjadi mitra pendidikan, di antaranya Universitas Riau, rumah sakit daerah, Universitas Muhammadiyah Bengkulu dan Rumah Sakit Bhayangkara," ujarnya pada Selasa, 6 Oktober 2026.
UNIB juga tengah mengusulkan pembukaan Program Studi Profesi Apoteker. Proses tersebut sedang berjalan dan salah satu persyaratannya adalah ketersediaan apotek pendidikan. UNIB saat ini telah memiliki klinik dan sedang menyiapkan apotek sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan operasional program profesi tersebut.
Rektor berharap Program Studi Profesi Apoteker dapat segera terealisasi, paling lambat tahun depan. Pengembangan ini dinilai penting karena UNIB telah memiliki program studi di bidang farmasi sehingga pendidikan dapat dikembangkan hingga jenjang profesi.
Sementara itu, penambahan sejumlah program studi baru juga menjadi tantangan dalam mengejar target akreditasi.
"UNIB terus melakukan peningkatan mutu agar pertumbuhan jumlah program studi tetap diikuti peningkatan kualitas dan status akreditasi," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....