Setahun Pimpin UNIB, Peringkat Naik, Akreditasi Unggul Bertambah

  • 06 Okt 2026 11:34 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Satu tahun kepemimpinan Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si. di Universitas Bengkulu (Unib) ditandai dengan sejumlah capaian di bidang akademik, riset, tata kelola hingga kerja sama.

Salah satu capaian yang disorot dalam Coffee Morning bersama mitra media di Taman Fakultas Pertanian Unib, Selasa (6/10/2026), yakni peningkatan posisi Unib dalam SCImago Institutions Rankings (SIR) dari peringkat 66 pada 2025 menjadi peringkat 46 pada 2026.

Selain itu, jumlah program studi yang meraih akreditasi Unggul atau A juga meningkat dari 28 menjadi 39 program studi. Dari total 87 program studi yang dimiliki Unib, sekitar 45 persen telah berstatus Unggul atau A.

Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata mengatakan, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan arah kepemimpinan Unib Berdampak, yakni memastikan pendidikan, penelitian, kerja sama dan layanan kampus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Keberhasilan semua itu akan kita ukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat Bengkulu dan Indonesia atas kehadiran Unib," ujar Indra dalam Coffe Morning pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Di bidang pendidikan, Unib pada 2026 membuka empat program studi baru, yakni S1 Teknik Industri, S2 Teknik Sipil, S2 Teknik Mesin dan S1 Penyuluhan Pertanian.

Penataan juga dilakukan pada rumpun kesehatan. Program Studi Kebidanan dan Keperawatan yang sebelumnya berada di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), kini ditempatkan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) agar pengembangannya lebih terarah.

Sejak wisuda ke-113, Unib juga mulai menerbitkan ijazah dan transkrip nilai dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Langkah tersebut ditujukan untuk memperluas peluang lulusan melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Sementara itu, minat masyarakat terhadap Unib juga meningkat. Pada penerimaan mahasiswa baru 2026, jumlah peminat dari seluruh jalur mencapai 42.854 orang, naik dari 40.950 peminat pada tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.900 peserta diterima, dengan tingkat keketatan mencapai 13,77 persen. Unib juga menerima mahasiswa internasional, yakni 16 orang pada gelombang pertama dan sembilan orang pada gelombang kedua, sementara proses penerimaan masih berlangsung.

Dalam mendukung akses pendidikan, realisasi penerima KIP Kuliah dari jalur SNBP dan SNBT tahun akademik 2026/2027 mencapai 691 mahasiswa. Unib juga menjalankan program KIP-PA atau Partner Academic, berupa pendampingan akademik oleh mahasiswa penerima KIP kepada mahasiswa lainnya.

Di bidang riset, sepanjang Januari hingga September 2026, Unib mencatat 178 publikasi internasional terindeks Scopus dan 553 publikasi pada jurnal terindeks SINTA.

Indra mengatakan, tantangan berikutnya bukan hanya meningkatkan jumlah publikasi, tetapi memastikan hasil penelitian dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran, pelayanan publik, dunia usaha dan penyelesaian persoalan masyarakat.

Untuk memperkuat kegiatan praktikum dan penelitian, Unib saat ini juga tengah membangun Laboratorium FMIPA.

Di bidang kerja sama, selama satu tahun kepemimpinannya Unib telah menjalin 26 nota kesepahaman atau MoU dengan berbagai instansi di dalam maupun luar negeri. Jaringan Ikatan Keluarga Alumni juga telah dibentuk hingga tingkat fakultas.

Unib turut menerima hibah Barang Milik Daerah dari Pemerintah Provinsi Bengkulu berupa tanah seluas 19.860 meter persegi beserta bangunan eks Transito di Jalan W.R. Supratman, Kandang Limun, Kota Bengkulu, dengan nilai perolehan Rp2,79 miliar.

Aset tersebut, menurut Rektor, akan dikelola secara bertanggung jawab untuk mendukung layanan dan pengembangan kampus.

Unib juga memperkuat Badan Pengelola Usaha (BPU) yang mengelola lini usaha universitas. Pengembangan usaha diarahkan tidak hanya untuk memperoleh pendapatan, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat dan mendukung keberlanjutan keuangan kampus.

Dari sisi tata kelola, laporan keuangan BLU Unib tahun 2025 memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari auditor independen.

Sementara dalam Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Tahun 2026 oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Unib memperoleh nilai 84,6 dengan predikat A.

Sejumlah penghargaan juga diterima Unib pada 2026, di antaranya PNBP Badan Layanan Umum Terbaik dari KPKNL Bengkulu atas kinerja pengelolaan BMN tahun 2025, penghargaan kolaborasi dari BPS Provinsi Bengkulu, serta Pojok Statistik Terbaik I Nasional kategori Binaan BPS Provinsi pada Anugerah Hari Statistik Nasional 2026.

Unib juga meraih Medali Perunggu kategori perguruan tinggi bidang kebijakan atau Policy pada UB Halal Metric Award 2026 atas dukungan terhadap pengembangan ekosistem halal nasional.

Di tengah berbagai capaian tersebut, Rektor menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra dalam menyampaikan informasi mengenai pendidikan, hasil penelitian dan berbagai layanan Unib kepada masyarakat.

Ia juga mengajak media memberikan kritik dan masukan secara jujur dan konstruktif sebagai bagian dari evaluasi kampus.

"Melalui pertanyaan dan kritik media, kami dapat memahami bagian yang belum jelas serta pekerjaan yang masih perlu dibenahi," katanya.

Indra menegaskan, seluruh capaian selama satu tahun tersebut bukan hasil kerja seorang rektor semata, melainkan buah kerja bersama dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra, pemerintah dan masyarakat.

"Kami terus berupaya agar Unib senantiasa memberikan dampak bagi Indonesia umumnya dan masyarakat Bengkulu khususnya," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....