Harga Cabai Merah di Kota Bengkulu Tembus Rp75 Ribu per Kilogram
- 05 Okt 2026 07:20 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional Kota Bengkulu mulai mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Cabai merah yang pekan lalu masih dijual di kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram, kini dijual pedagang dengan harga mencapai Rp70 ribu hingga Rp75 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut mulai dirasakan masyarakat saat berbelanja kebutuhan dapur. Kondisi ini membuat sebagian pembeli harus menyesuaikan jumlah cabai yang dibeli agar pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga lainnya tetap terpenuhi.
Salah seorang pedagang di Pasar Panorama Kota Bengkulu, Andra, mengatakan kenaikan harga cabai merah terjadi secara bertahap sejak sekitar satu pekan terakhir. Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan harga adalah kondisi cuaca yang belakangan cukup sering diguyur hujan, cuaca tersebut berdampak terhadap tanaman cabai, terutama pada kualitas dan jumlah hasil panen.
“Naiknya memang sudah mulai sekitar seminggu ini. Sebelumnya harga masih sekitar Rp40 ribu sampai Rp45 ribu per kilogram, sekarang sudah Rp70 ribu sampai Rp75 ribu,” kata Andra, Minggu 4 Oktober 2026.
Andra menjelaskan, hujan yang turun cukup sering membuat tanaman cabai lebih rentan mengalami kerusakan. Kondisi tersebut kemudian berpengaruh terhadap hasil panen petani sehingga pasokan cabai yang masuk ke pasar menjadi berkurang.
“Kalau hujan terus, cabainya banyak yang rusak, kualitasnya juga terpengaruh, kemudian hasil panen berkurang. Kalau barang yang masuk sedikit, biasanya harga memang ikut naik,” ujarnya.
Menurut Andra, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada harga jual, tetapi juga membuat pedagang harus menyesuaikan jumlah stok yang disediakan. Pedagang tetap berupaya menyediakan cabai bagi masyarakat, namun pasokan yang terbatas membuat harga sulit dipertahankan pada harga sebelumnya.
Kenaikan harga cabai ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat yang berbelanja di pasar. Salah seorang pembeli, Ice, mengaku harus mengurangi pembelian cabai karena harga yang cukup tinggi.
Ice mengatakan, jika sebelumnya dapat membeli cabai dalam jumlah lebih banyak untuk kebutuhan beberapa hari, kini ia memilih membeli secukupnya sesuai kebutuhan. “Sekarang beli cabainya dikurangi, kalau biasanya bisa beli lebih banyak, sekarang beli secukupnya saja karena harganya sudah naik,” kata Ice.
Ia mengaku kenaikan harga cabai membuat masyarakat harus lebih cermat mengatur uang belanja. Selain cabai, kebutuhan pokok lainnya juga harus tetap dibeli sehingga kenaikan salah satu komoditas ikut memengaruhi pengeluaran rumah tangga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....