Ekonomi Bengkulu Tumbuh 5,11 Persen, Ditopang Belanja Negara Rp11,28 Triliun

  • 02 Okt 2026 17:06 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu — Ekonomi Provinsi Bengkulu tumbuh 5,11 persen pada triwulan II 2026, sementara realisasi belanja negara hingga 30 September 2026 mencapai Rp11,28 triliun atau 84,6 persen dari alokasi Rp13,34 triliun. Data tersebut disampaikan Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu Zaid Burhan Ibrahim dalam bincang bersama media di Kantor Kanwil DJPb Bengkulu, Jumat 2 September 2026.

Zaid mengatakan pertumbuhan ekonomi tersebut berjalan seiring dengan inflasi yang berada di level 3,99 persen. Menurutnya, APBN turut berperan menjaga daya beli masyarakat, kelancaran distribusi, dan stabilitas ekonomi daerah melalui belanja pemerintah dan berbagai program prioritas.

Dari sisi pendapatan, penerimaan negara di Bengkulu hingga akhir September 2026 mencapai Rp2,1 triliun atau 68,12 persen dari target sekitar Rp3 triliun. Capaian tersebut tumbuh 12,24 persen secara tahunan, sementara Transfer ke Daerah (TKD) telah terealisasi Rp7,09 triliun atau 82,84 persen dari alokasi Rp8,55 triliun, dengan Dana Desa mencapai 98,59 persen dan Dana BOS 99,24 persen.

Dukungan APBN juga mengalir untuk guru dan pembangunan infrastruktur. Tambahan DAU mencapai Rp42,8 miliar dan pembayaran kurang bayar DBH Rp150,2 miliar, sedangkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) terealisasi Rp696,8 miliar dari alokasi Rp904 miliar untuk 20.242 guru. Gedung RS Universitas Bengkulu telah selesai 100 persen senilai Rp49,8 miliar, sementara pembangunan Sekolah Rakyat mencapai 93,8 persen dengan nilai Rp412,5 miliar.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga September telah menyerap Rp799 miliar dan menjangkau sekitar 379 ribu penerima di 10 kabupaten/kota. Program tersebut juga melibatkan 1.094 pemasok dan 7.360 tenaga kerja dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga turut menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.

Pada sektor perumahan dan ekonomi desa, sebanyak 1.276 unit rumah subsidi melalui FLPP telah terealisasi senilai Rp150,8 miliar di 158 lokasi. Sementara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah terbentuk sebanyak 1.508 koperasi di 10 kabupaten/kota, dengan 544 gerai telah dibangun.

Di bidang pendidikan, Sekolah Rakyat menampung 319 siswa di Kota Bengkulu dan 349 siswa di Kabupaten Kaur. Pembangunan fisik revitalisasi 209 sekolah juga telah mencapai 100 persen, sementara persiapan SMA Unggul Garuda di Rejang Lebong dengan anggaran Rp200 miliar terus dilakukan, termasuk porsi afirmasi 20 persen bagi putra-putri daerah.

Dukungan APBN untuk ketahanan pangan ditunjukkan melalui penyerapan beras petani oleh Bulog yang mencapai 4.069 ton atau 130 persen. Pemerintah juga memperkuat infrastruktur irigasi untuk menjaga sekitar 3.600 hektare sawah di Rejang Lebong dari ancaman kekeringan, sementara kapasitas pembangkit listrik hijau mencapai 366 megawatt dan program Listrik Desa disiapkan untuk menjangkau 31 dusun.

Untuk pelaku UMKM, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp3,38 triliun kepada sekitar 39 ribu pelaku usaha, dengan 67 persen diarahkan ke sektor produktif pertanian. Sementara pembiayaan Ultra Mikro (UMi) mencapai Rp100,6 miliar untuk 14.577 debitur, dengan 99,9 persen debitur merupakan perempuan pelaku usaha ultra mikro.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....