Vihara Buddhayana Bengkulu Gelar Doa Bersama Cegah Bencana

  • 01 Okt 2026 10:29 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Vihara Buddhayana Bengkulu menjadi tempat pelaksanaan doa lintas agama sebagai bentuk ikhtiar bersama untuk memohon keselamatan dan perlindungan bagi masyarakat Provinsi Bengkulu dari berbagai potensi bencana. Rabu, 30 September 2026 Kegiatan tersebut dihadiri Asisten I Pemerintah Provinsi Bengkulu yang mewakili Gubernur Bengkulu, Kabag TU Kanwil Kementerian Agama, Kabid Penais Zawa, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta Kepala Kesbangpol Provinsi Bengkulu.

Dilansir dari laman Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Kamis, 1 Oktorber 2026, doa lintas agama ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Bengkulu. Kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai bagian dari mitigasi bencana, tetapi juga sebagai bentuk “mitigasi langit”, yakni ikhtiar spiritual yang dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat lintas agama untuk memohon keselamatan dan dijauhkan dari musibah.

Pelaksanaan doa lintas agama ini juga tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi salah satu wujud nyata dalam menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi beragama, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian antarumat beragama di Provinsi Bengkulu.

Dalam sambutannya, Sri Ihsan menegaskan bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak diukur dari ketiadaan bencana,. Melainkan dari kemampuan masyarakat untuk bangkit setelah menghadapi bencana.

“Bangsa yang kuat bukan berarti bangsa yang tidak terkena bencana. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu bangkit sesudah terkena bencana," ujar Sri Ihsan.

Sementara itu, Prof. Rohimin dalam pidatonya pada acara Pelimpahan Jasa Umat Buddha menyampaikan pentingnya membangun kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, kerukunan perlu terus dibangun, baik di internal umat beragama, antarumat beragama, maupun antara umat beragama dengan pemerintah.

“Kerukunan dalam umat beragama, antarumat beragama, dan kerukunan umat beragama dengan pemerintah sangat penting untuk terus dibangun,” ujarnya. Hal senada disampaikan Asisten I Pemerintah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar yang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada umat Buddha yang turut berpartisipasi dalam doa lintas agama untuk keselamatan Provinsi Bengkulu.

Khairil mengatakan, doa bersama tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap persoalan kebencanaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Tetapi juga menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat, termasuk umat beragama.

Ia juga menyoroti kepedulian masyarakat Bengkulu terhadap bencana yang terjadi di provinsi lain. Menurutnya, meskipun Bengkulu merupakan salah satu provinsi dengan wilayah yang relatif kecil, masyarakatnya memiliki kontribusi dan partisipasi yang besar dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk melalui doa lintas agama.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada umat Buddha yang ikut berdoa lintas agama agar Provinsi Bengkulu senantiasa aman dan selamat dari bencana,” kata Khairil. Kegiatan doa lintas agama di Vihara Buddhayana Bengkulu tersebut menjadi gambaran bahwa keberagaman agama bukan menjadi penghalang untuk bersatu dalam menghadapi persoalan kemanusiaan.

Sebaliknya, perbedaan keyakinan dapat menjadi kekuatan untuk membangun kepedulian, solidaritas, serta kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis. Melalui kegiatan tersebut, semangat mitigasi bencana diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui langkah-langkah teknis dan kesiapsiagaan, tetapi juga melalui penguatan nilai spiritual, kepedulian sosial, dan moderasi beragama di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....