Generasi Muda Diajak Belajar dari Sejarah dan Merawat Persatuan
- 01 Okt 2026 13:47 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila diharapkan tidak hanya menjadi pengingat terhadap perjalanan sejarah bangsa, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, memperbaiki diri, dan semakin mencintai persatuan. Ketua Program Studi PPKN Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Dr. Elfahmi Lubis, mengatakan peristiwa masa lalu hendaknya dijadikan pelajaran dan tidak berhenti sebagai sebuah ratapan.
Menurutnya, sejarah perlu dimaknai sebagai pembelajaran untuk memahami nilai-nilai kebangsaan sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga keutuhan bangsa. Ia mengatakan generasi muda perlu memahami bagaimana persatuan dirawat, bagaimana nilai-nilai Pancasila diterapkan, serta bagaimana perbedaan kepentingan dapat dikelola dengan cara yang tetap menghargai nilai kemanusiaan.
“Peristiwa masa lalu jangan hanya kita jadikan sebagai ratapan, tetapi harus menjadi pelajaran bagi generasi muda. Dari sejarah, kita belajar bagaimana menjaga persatuan, memperkuat nasionalisme, dan mengelola perbedaan dengan baik," katanya, Kamis 1 Oktober 2026.
Elfahmi berharap generasi muda dapat mengambil nilai positif dari setiap perjalanan sejarah bangsa. Dengan begitu, peringatan Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi pengingat untuk terus mempererat persatuan, memperkokoh nasionalisme, dan belajar mengelola perbedaan dengan bijaksana.
Sementara itu, tokoh agama Protestan Bengkulu, Pendeta Minggus Dilla, M.TH, mengatakan Pancasila harus terus dijaga sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, toleransi dan kebersamaan antarumat beragama menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Pemuka agama, kata Minggus, memiliki peran untuk mengajak umat memahami pentingnya menghargai perbedaan dan menjaga kerukunan. Nilai-nilai Pancasila juga perlu diwujudkan melalui sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai kerukunan antarumat beragama yang selama ini terjaga di Bengkulu merupakan modal penting untuk memperkuat persatuan masyarakat. Oleh karena itu, momentum Hari Kesaktian Pancasila diharapkan dapat menjadi pengingat bersama bahwa menjaga persatuan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan setiap warga.
Generasi muda, tokoh agama, dan seluruh masyarakat dapat mengambil peran dengan saling menghargai, menjaga komunikasi. Serta melihat perbedaan sebagai bagian dari kekayaan kehidupan bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....