Walang Sangit Ganggu Pengisian Bulir Padi, Petani Perlu Waspada
- 30 Sep 2026 06:49 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID,Bengkulu - Petani padi perlu mewaspadai serangan hama walang sangit, terutama ketika tanaman memasuki fase pengisian bulir. Hama ini dapat mengganggu perkembangan bulir padi dengan mengisap cairan pada bulir yang sedang berisi.
Jika serangan terjadi dalam jumlah tinggi dan tidak segera dikendalikan, kualitas maupun hasil panen dapat menurun. Maka dati itu penting untuk mengetahui lebih jauh tentang hama walang sangit.
Walang sangit dikenal dengan nama ilmiah Leptocorisa oratorius, serangga ini umumnya memiliki tubuh berwarna hijau kecokelatan dengan bentuk memanjang dan mengeluarkan aroma khas ketika terganggu atau disentuh. Hama tersebut biasanya aktif pada pagi dan sore hari, sementara pada siang hari dapat bersembunyi di antara rumpun tanaman atau gulma di sekitar sawah.
Serangan walang sangit perlu diperhatikan terutama sejak tanaman padi memasuki fase berbunga hingga pengisian bulir. Dengan alat mulutnya yang berbentuk seperti jarum, walang sangit menusuk dan mengisap cairan dari bulir padi.
Bulir yang diserang pada fase pengisian dapat mengalami gangguan perkembangan sehingga tidak terisi sempurna. Gejala serangan dapat terlihat dari perubahan kondisi bulir.
Bulir yang terserang dapat menjadi hampa, berwarna kecokelatan atau kehitaman, serta memiliki kualitas beras yang menurun. Pada serangan berat, semakin banyak bulir yang rusak sehingga bobot gabah dan hasil panen petani berpotensi berkurang.
Merangkum dari laman resmi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bengkulu pengendalian sebaiknya dilakukan dengan menerapkan pengelolaan hama secara terpadu. Mulai dari pantau sejak pembungaan, kelola gulma inang, pelihara musuh alami, lakukan tindakan berdasatman pengamatan, semprotkan insektisida bila perlu.
Dengan pemantauan sejak dini dan pengendalian yang tepat, serangan walang sangit pada fase pengisian bulir dapat ditekan. Sehingga pertumbuhan tanaman dan hasil panen padi tetap terjaga.
Sumber BRMP Bengkulu
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....