PM AAS Bengkulu Masuki Tahap Akhir Penanaman
- 28 Sep 2026 19:59 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Program Pertanian Modern atau Modern Agriculture-Agricultural System (PM AAS) di Provinsi Bengkulu memasuki masa penanaman akhir sebelum diproyeksikan mencapai puncak penanaman pada Oktober 2026. Program yang mulai berjalan sejak Juli dan dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026 ini diarahkan untuk meningkatkan produksi padi dan memperkuat ketersediaan beras di daerah.
Dalam pelaksanaannya, lebih dari 8.200 hektare lahan pertanian disiapkan untuk penanaman padi dengan sistem tanam benih langsung atau tabela. Melalui metode tersebut, pemerintah menargetkan adanya tambahan produksi beras di Provinsi Bengkulu sekaligus mendorong penerapan sistem pertanian yang lebih modern.
Namun, pelaksanaan PM AAS masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan yang dapat memengaruhi hasil produksi. Gangguan hama serta kondisi cuaca yang berubah pada masa peralihan musim menjadi tantangan bagi petani dan berpotensi menghambat pencapaian target yang telah ditetapkan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi mengatakan pelaksanaan PM AAS merupakan kerja bersama antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota, serta tenaga penyuluh. Informasi mengenai kondisi dan kendala di lapangan yang disampaikan kabupaten dan kota selanjutnya menjadi bahan koordinasi dan dilaporkan kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Dinas TPHP Provinsi Bengkulu juga menggerakkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Proteksi Tanaman untuk membantu pengendalian organisme pengganggu tanaman di lapangan. Rosmala menyebutkan pihaknya memiliki persediaan pestisida yang dapat digerakkan sesuai kebutuhan sebagai salah satu upaya membantu petani mengendalikan serangan hama.
Salah satu gangguan yang kerap ditemukan dalam penerapan metode tabela adalah hama burung dan keong. Penaburan benih secara langsung dengan jarak yang relatif rapat membuat benih dan tanaman padi yang masih muda lebih rentan menjadi sasaran hama, sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak awal masa pertumbuhan.
Menurut Rosmala, berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan PM AAS akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk menentukan strategi yang lebih sesuai dengan kondisi di lapangan. Evaluasi tersebut juga mencakup pengaturan pola dan waktu penanaman, sehingga metode tabela dapat diterapkan secara efektif dan target peningkatan produksi padi di Bengkulu tetap dapat diupayakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....