Emas Melemah, Cek Harganya Hari Ini

  • 21 Sep 2026 09:14 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, Senin, 21 September 2026. Mengutip data resmi laman Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas dipatok sebesar Rp2.628.000 setelah terkoreksi sebesar Rp10.000.

Sesuai dengan pergerakan harga jual, nilai buyback atau pembelian kembali juga tercatat melemah di awal pekan ini. PT Antam menetapkan tarif buyback turun Rp10.000 menjadi Rp2.463.000 per gram.

Secara garis besar, tren pergerakan emas dalam beberapa pekan terakhir berada dalam kondisi yang bergerak volatil dan cenderung tertahan. Perdagangan logam mulia domestik amat dipengaruhi oleh pergerakan harga emas spot dunia yang kerap mengalami tekanan.

Beberapa pengamat menilai koreksi tipis ini merupakan pola wajar akibat aksi lepas portofolio secara berkala. Para pelaku pasar terlihat bersikap hati-hati di tengah penyesuaian arus modal global.

Tekanan terhadap pergerakan emas semester kedua ini bersumber dari menguatnya proyeksi kebijakan moneter ketat. Sikap bank sentral global yang mempertahankan suku bunga tinggi menahan daya tarik aset non-bunga.

Selain faktor moneter, penguatan indeks dolar AS secara bertahap memicu peralihan modal menuju instrumen pasar uang. Permintaan emas fisik di pasar global pun relatif lebih mereda jika dibandingkan lonjakan pada semester pertama.

Kondisi tersebut membuat kinerja komoditas ini sedikit melambat daripada tren bullish masif pada paruh pertama 2026. Ketidakpastian geopolitik yang memuncak di awal tahun kini telah direspon lebih tenang oleh sebagian investor.

Memasuki sisa bulan ini, harga emas diproyeksikan masih berada dalam fase konsolidasi terbatas. Pergerakannya hingga akhir September 2026 diperkirakan bertahan dalam rentang stabil tanpa lonjakan yang ekstrem.

Fluktuasi harga diperkirakan tetap berada dalam batas toleransi dan akan kembali pulih apabila dorongan akumulasi meningkat. Rilis data perekonomian internasional mendatang akan menjadi modal penentu arah pergerakan selanjutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....