MPLS-SKB Sentra Dharma guna Bengkulu Buka Akses Pendidikan bagi 40 Peserta Didik

  • 21 Sep 2026 07:21 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sentra Dharma Guna Bengkulu menjadi momentum bagi 40 peserta untuk memulai proses pendidikan. Kegiatan yang digelar pada 20 September 2026 itu sekaligus menjadi ruang bagi peserta mengenal lingkungan belajar dan mengembangkan potensi.

MPLS dibuka secara daring oleh Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono. Ia menegaskan pemerintah terus berupaya memastikan setiap anak memperoleh kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak sebagai bekal membangun masa depan.

“Pendidikan adalah hak setiap anak. Pemerintah terus berupaya agar setiap anak mendapatkan pendidikan yang layak, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Agus Jabo Priyono.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Sentra Dharma Guna Bengkulu Hari Setiadi serta sejumlah tamu undangan dari pemerintah dan lembaga pendidikan. Di antaranya perwakilan Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (PNFI) Kemendikdasmen Andi Prianto, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, Kepala SPNF SKB Kota Bengkulu, dan Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Bengkulu.

Hari Setiadi mengatakan kehadiran SKB di lingkungan Sentra Dharma Guna Bengkulu tidak hanya ditujukan untuk memberikan akses pendidikan. SKB juga menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan potensi, keterampilan, dan kemandirian.

Menurut Hari, pendidikan dan keterampilan merupakan dua hal yang saling melengkapi dalam mempersiapkan peserta menghadapi kehidupan. Peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui pembelajaran, tetapi juga memiliki keterampilan sebagai bekal untuk hidup lebih mandiri.

“Melalui SKB ini, kami ingin memastikan peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar sekaligus mengembangkan keterampilan. Harapannya, pendidikan yang mereka terima dapat menjadi bekal untuk tumbuh, percaya diri, dan memiliki kemampuan untuk mandiri,” kata Hari.

Suasana MPLS turut diisi penampilan seni siswa-siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu dan PPKS Residensial Sentra Dharma Guna Bengkulu. Kegiatan juga dimeriahkan persembahan musik dari band pegawai Sentra Dharma Guna Bengkulu.

Pemasangan kartu tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan jenjang SD, SMP, dan SMA menjadi bagian lain dari kegiatan tersebut. Momen itu menandai dimulainya perjalanan pendidikan para peserta di SKB Sentra Dharma Guna Bengkulu.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan peserta, Kementerian Sosial melalui Sentra Dharma Guna Bengkulu juga menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Bantuan tersebut berupa nutrisi, alat kebersihan diri, dan perlengkapan sekolah.

Pelaksanaan MPLS menjadi momentum untuk memperkuat akses pendidikan sekaligus pengembangan keterampilan bagi peserta. Melalui SKB, Sentra Dharma Guna Bengkulu berupaya memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan agar peserta dapat tumbuh lebih percaya diri dan mandiri.

Pendidikan melalui SKB tidak hanya diarahkan pada proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga pengembangan potensi dan kemampuan peserta. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi peserta dalam menentukan masa depannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....