Prabawa Satpol PP Bengkulu Gandeng SDM PKH Bantu Warga Rentan
- 17 Sep 2026 15:25 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bengkulu memperkuat peran Prabawa atau Praja Wibawa Pembina Warga dengan menggandeng Sumber Daya Manusia Program Keluarga Harapan (SDM PKH) Kementerian Sosial RI. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempercepat penanganan persoalan sosial yang ditemukan personel Prabawa di tingkat kelurahan, khususnya warga miskin, penyandang disabilitas, warga terlantar, lansia, hingga warga sakit yang belum mendapatkan bantuan sosial.
Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari kebaruan pelayanan Satpol PP melalui program Prabawa. Menurut Sahat, personel Prabawa tidak hanya menjalankan tugas penegakan peraturan daerah, tetapi juga dituntut mampu membangun komunikasi dan jaringan dengan berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.
“Contohnya Satpol PP Prabawa menemukan ada warga yang dalam keadaan miskin atau tidak mampu, keadaan disabilitas, keadaan terlantar atau sakit, namun kadang tidak mendapatkan bantuan sosial. Maka Prabawa bisa berupaya menjembatani, bisa ke lurah atau ke SDM PKH Kemensos,” ujar Sahat, Kamis 17 September 2026.
Sahat menjelaskan, keberadaan Prabawa dan SDM PKH di setiap kelurahan menjadi peluang untuk membangun koordinasi yang lebih cepat. Personel Prabawa yang menemukan persoalan warga dapat langsung menghubungkan masyarakat dengan pihak yang memiliki kewenangan menangani masalah tersebut.
“Di setiap kelurahan juga ada SDM PKH dan di kelurahan juga ada Prabawa. Jadi kolaborasi sudah kita bangun, sehingga masyarakat enggak perlu lagi ragu,” katanya.
Kolaborasi tersebut juga dapat digunakan untuk menangani persoalan pendidikan. Sahat mencontohkan, apabila personel Prabawa menemukan anak putus sekolah, kondisi tersebut dapat segera dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk mencari solusi.
Selain membantu warga memperoleh akses bantuan sosial, Prabawa juga akan dilibatkan dalam upaya pencegahan persoalan sosial, termasuk memberikan edukasi mengenai risiko judi online. Sahat mengatakan, pihak SDM PKH meminta dukungan Prabawa untuk membantu menyosialisasikan dampak judi online kepada masyarakat, baik penerima Program Keluarga Harapan maupun warga lainnya.
“SDM PKH meminta bagaimana Prabawa bisa berperan serta membantu melakukan sosialisasi tentang risiko atau kerugian yang disebabkan judi online kepada warga. Baik penerima PKH ataupun yang tidak menerima Program Keluarga Harapan,” tuturnya.
Menurut Sahat, pola kerja tersebut membuat personel Prabawa tidak hanya berkoordinasi dengan lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, tetapi juga dengan SDM PKH di wilayah masing-masing. Ketika menemukan warga yang mengalami kerentanan sosial, personel Prabawa dapat menanyakan kondisi bantuan sosial warga dan selanjutnya mengomunikasikannya kepada pihak terkait apabila bantuan belum diterima.
“Kalau ternyata belum, bisa langsung dikoordinasikan ke SDM PKH-nya yang ada di kelurahan. Jadi kalau Prabawa ketemu yang miskin, disabilitas, atau punya permasalahan kerentanan, lansia, itu bisa langsung dikomunikasikan,” kata Sahat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....