Senator Elisa Suarakan Data Desil dan Sekolah Rakyat Kepada Mensos dan BPS RI
- 16 Sep 2026 09:26 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPD RI Dapil Bengkulu, Elisa Ermasari, menyuarakan sejumlah permasalahan krusial terkait data kemiskinan dan pendidikan rakyat dalam Rapat Kerja bersama Menteri Sosial RI dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
Dalam rapat tersebut, Elisa dalam rilisnya pada Rabu, 16 September 2026, menyoroti banyaknya keluhan masyarakat Bengkulu terkait ketidakakuratan data desil yang berdampak pada tidak tepatnya sasaran penerima bantuan sosial (bansos).
Kepada BPS RI, Elisa menyampaikan tiga masukan utama. Pertama, ia meminta BPS untuk berkolaborasi dan melibatkan pemerintah desa, kelurahan, hingga RT/RW dalam proses pendataan. Menurutnya, aparat di tingkat paling bawah itulah yang paling memahami kondisi ekonomi riil masyarakat di lingkungannya.
Kedua, Elisa mendesak BPS untuk mempercepat proses perubahan status desil. Ia meminta regulasi pemutakhiran data yang saat ini dilakukan 3 bulan sekali dapat diubah menjadi 1 bulan sekali, agar masyarakat yang mengalami perubahan kondisi ekonomi dapat segera mendapatkan haknya.
Ketiga, ia meminta BPS untuk melakukan sosialisasi secara masif hingga ke tingkat desa dan kelurahan mengenai tata cara dan persyaratan pengajuan perubahan desil, karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui mekanismenya.
Sementara kepada Menteri Sosial, Elisa menyampaikan enam poin penting. Ia meminta Kemensos dan BPS duduk bersama mencari solusi agar persoalan perubahan desil yang menghambat penyaluran bansos dapat segera ditangani.
Selanjutnya, Elisa meminta percepatan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang ada di Kabupaten Mukomuko, serta penambahan kuota untuk jenjang SMP dan SMA.
Ia juga meminta jaminan dan kejelasan terkait kelanjutan pendidikan bagi anak-anak lulusan Sekolah Rakyat, apakah mereka akan dijamin mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Tak hanya itu, Elisa juga mendorong Kemensos untuk berkolaborasi dengan panti-panti asuhan agar anak-anak yang telah menginjak usia SD dapat diprioritaskan masuk ke Sekolah Rakyat.
Terakhir, ia meminta Kemensos untuk secara masif mengajak dan memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera yang masuk dalam kategori desil 1 dan 2 agar dapat bersekolah di Sekolah Rakyat demi menjamin masa depan pendidikan mereka.
"Bansos dan akses pendidikan harus benar-benar sampai kepada yang berhak. Ini soal keadilan bagi masyarakat di daerah," tegas Elisa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....