Jasa Raharja Apresiasi Program SALUD BPTD Bengkulu Tekan Kecelakaan Lalu Lintas
- 16 Sep 2026 08:37 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - PT Jasa Raharja Bengkulu mengapresiasi langkah Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Bengkulu dalam memperkuat edukasi keselamatan lalu lintas melalui program Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD). Kegiatan yang dipusatkan di Terminal Tipe A (TTA) Air Sebakul, Kota Bengkulu, tersebut dinilai sejalan dengan upaya Jasa Raharja dalam mendorong pencegahan kecelakaan lalu lintas, khususnya melalui edukasi kepada generasi muda.
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Bengkulu, Cynthia Eveline Jonathans, S.S., M.M., mengatakan upaya menekan angka kecelakaan tidak cukup hanya dilakukan setelah peristiwa terjadi. Menurutnya, langkah preventif melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat perlu terus diperkuat.
“Jasa Raharja tentunya mempunyai tugas memberikan perlindungan. Sehingga kita perlu hadir bukan hanya pada saat kecelakaan, tetapi juga melakukan tindakan preventif,” ujar Cynthia, Rabu 16 September 2026.
Cynthia menyebut tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Provinsi Bengkulu turut berdampak terhadap meningkatnya pembayaran santunan Jasa Raharja. Berdasarkan tren hingga tahun ini, pembayaran santunan tercatat mengalami kenaikan lebih dari 100 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kasus yang ditangani juga banyak berkaitan dengan kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sepeda motor merupakan salah satu moda transportasi yang banyak digunakan masyarakat, termasuk kalangan pelajar.
Karena itu, Cynthia menilai edukasi keselamatan yang dilakukan BPTD melalui SALUD menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran berlalu lintas sejak usia dini. Terlebih peserta kegiatan merupakan pelajar SMP yang berada pada masa transisi menuju jenjang SMA.
“Artinya kita sama-sama melakukan tindakan preventif. Mengajak seluruh masyarakat di Provinsi Bengkulu supaya sadar dan tertib berlalu lintas sehingga bisa menurunkan angka kecelakaan,” katanya.
Program SALUD tahun ini melibatkan 150 pelajar dari lima sekolah di Kota Bengkulu. Yakni SMPIT Iqra, SMPN 1, SMPN 2, SMPN 4 dan SMP Sint Carolus.
Kepala BPTD Kelas III Bengkulu, Dinda, mengatakan edukasi keselamatan lalu lintas melalui SALUD dilaksanakan secara berkelanjutan untuk membentuk budaya keselamatan di kalangan generasi muda. Menurutnya, usia pelajar SMP menuju SMA menjadi masa yang penting untuk mendapatkan pemahaman mengenai keselamatan berkendara.
“Kami selalu mengkampanyekan keselamatan yang dimulai sejak usia dini. Kebetulan sasaran sosialisasi saat ini adalah pelajar tingkat SMP yang akan menginjak usia SMA,” ujar Dinda.
Ia mengatakan kegiatan SALUD tidak hanya berisi penyampaian materi. Pelajar juga dilibatkan dalam lomba penyuluhan keselamatan lalu lintas dan kompetisi pembuatan konten kreatif bertema keselamatan jalan raya.
Dalam kegiatan utama, edukasi diberikan oleh sejumlah instansi, di antaranya Direktorat Lalu Lintas Polda Bengkulu, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Dinas Perhubungan. Kegiatan juga melibatkan pelaku UMKM lokal untuk memberikan ruang promosi dan penjualan produk kepada masyarakat.
Dinda menegaskan keselamatan lalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Selain instansi perhubungan dan kepolisian, sekolah, orang tua serta masyarakat juga memiliki peran dalam memberikan edukasi dan membangun kebiasaan tertib berlalu lintas.
Jasa Raharja Bengkulu berharap kegiatan edukasi seperti SALUD dapat terus dilakukan secara konsisten dan melibatkan lebih banyak pihak. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat sejak usia dini, upaya pencegahan diharapkan dapat berjalan lebih kuat sehingga risiko kecelakaan dan dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....