Jangan Asal Percaya Informasi Politik, Begini Cara Mengeceknya

  • 15 Sep 2026 16:33 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Informasi politik kini begitu mudah ditemukan melalui media sosial, mulai dari potongan video pernyataan tokoh, kabar kebijakan pemerintah hingga isu yang berkaitan dengan partai politik. Namun, informasi yang viral belum tentu benar sehingga masyarakat perlu membiasakan diri melakukan pengecekan sebelum percaya atau membagikannya.

Ketua Presidium Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo), Septiaji Eko Nugroho, mengingatkan pentingnya menyaring informasi dan mengikuti sumber terpercaya agar masyarakat tidak mudah mempercayai berita menyesatkan. Menurutnya, derasnya arus informasi membuat kemampuan memeriksa kebenaran informasi menjadi semakin penting di tengah aktivitas masyarakat di ruang digital.

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memeriksa sumber informasi. Jangan hanya mengandalkan unggahan dari akun media sosial, tetapi bandingkan informasi tersebut dengan media terpercaya seperti RRI.CO.ID, media arus utama yang memiliki proses jurnalistik, serta situs resmi lembaga pemerintah atau institusi yang berkaitan dengan isu tersebut.

Langkah kedua adalah memeriksa tanggal, lokasi, dan konteks informasi, terutama ketika menerima foto atau video. Ketua KPID Kepri, Ahmad Dhani, mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kapan dan di mana sebuah peristiwa terjadi karena informasi lama sering kali kembali disebarkan seolah-olah merupakan kejadian terbaru.

Langkah ketiga adalah jangan langsung percaya pada potongan video, foto, atau kutipan pendek. RRI.CO.ID melalui kanal Cek Fakta beberapa kali memberitakan temuan informasi politik yang ternyata menyesatkan, termasuk video yang diklaim sebagai pernyataan Presiden Prabowo mengenai kondisi darurat, padahal video tersebut merupakan dokumentasi rapat terbatas yang membahas isu strategis nasional.

Jika informasi masih diragukan, masyarakat dapat melakukan pengecekan silang melalui kanal Cek Fakta RRI.CO.ID, Mafindo, TurnBackHoax, serta kanal resmi pemerintah. Cara sederhana lainnya adalah mencari kata kunci atau kalimat utama dari informasi yang diterima dan melihat apakah terdapat pemberitaan dari sumber terpercaya yang membenarkan atau justru membantah informasi tersebut.

Menkomdigi Meutya Hafid juga mengingatkan bahwa penyebaran informasi hoaks, terutama yang mengandung provokasi, dapat menimbulkan ketakutan dan mencederai nilai demokrasi. Karena itu, masyarakat sebaiknya menerapkan prinsip berhenti sejenak, cek sumber, periksa tanggal dan konteks, bandingkan dengan media terpercaya seperti RRI.CO.ID, lalu baru memutuskan apakah informasi tersebut layak dibagikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....